Kamis, 9 April 2026

Krisis Listrik di Tanjungpinang

Tembakan Gas Airmata Tak Membubarkan Aksi

"Pak polisi, kami tidak mau bermasalah dengan kalian. Kami tidak berbuat anarkis. Karena itu, jangan buat masalah dengan kami,"

IStimewa
Ilustrasi Gas Airmata 

Laporan Tribunnews Batam, Thomm Limahekin

TRIBUNNEWSBATAM.COM, TANJUNGPINANG - Amukan massa yang berunjuk rasa di depan Kantor PLN Tanjungpinang, Selasa (19/5/2015) memaksa pihak kepolisian untuk mengambil sikap.

Aparat keamanan yang sejak awal hanya memantau saja, mulai dikerahkan untuk mengamankan aksi unjuk rasa tersebut.

Awalnya pasukan Sabara mulai dikerahkan. Sejumlah anggota polisi yang memakai helm, baju anti huru-hara dan tameng itu pun, diarahkan untuk berdiri persis di belakang pagar duri.

Sesaat kemudian, sejumlah anggota polisi yang menenteng senapan untuk gas air mata diperintahkan untuk bersiap-siap.

"Gas air mata bersiap," perintah seorang perwira polisi.

Gas air mata akhirnya ditembakkan setelah aparat keamanan melihat massa mulai memberingas.

Asap gas air mata tersebut, sempat membuat massa menjauh. Namun, tak lama kemudian, massa merapat lagi ke kawat duri dan memancing kemarahan aparat keamanan.

"Pak polisi, kami tidak mau bermasalah dengan kalian. Kami tidak berbuat anarkis. Karena itu, jangan buat masalah dengan kami," seru warga.

"Kami tidak mau berperang. Tapi kalau Pak polisi mau berperang, kami siap melawan," tambahnya lagi.(*)

 
 
 
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved