Minggu, 12 April 2026

Praktik Ijazah Palsu di Batam

Cari Pelanggan, Dua Pelaku Tawarkan melalui Media Sosial

"Awalnya ada kawan yang minta buatkan untuk cari kerja. Ya saya buatkan," tutur pria yang berdomisili di daerah Baloi

TRIBUN BATAM/ARGIANTO DA NUGROHO
Kapolresta Barelang, Komber Asep Syafrudin (duduk dua kiri) menunjukkan barang bukti ijazah palsu dari dua tersangka BI dan IR saat gelar perkara bisnis pembuatan ijazah palsu di Mapolresta Barelang, Batam. 

Laporan Tribunnews Batam, Elhadif Putra

TRIBUNNEWSBATAM.COM, BATAM - Dua pemuda asal Batam, Bi (20) dan Ir (28) nekat membuat ijazah palsu berbagai sekolah menengah atas di Indonesia. Hal ini sengaja dilakukannya guna mendapatkan keuntungan.

Menurut pengakuan Bi, dia telah membuat ijazah palsu selama tujuh bulan. Dan hanya dalam dua hari, warga Baloi itu bisa membuat sebuah ijazah dan menjualnya dengan harga Rp 1 juta hingga Rp 1,5 juta.

"Awalnya ada kawan yang minta buatkan untuk cari kerja. Ya saya buatkan," tutur pria yang berdomisili di daerah Baloi itu.

Untuk mencari pelanggan, kedua pelaku masing-masing menawarkan jasa di internet, baik melalui blog pribadi ataupun melalui media sosial. Pemesan bisa meminta dibuatkan ijazah dari sekolah yang mereka inginkan.

"Yang pesan orang Batam, tapi mereka minta sekolahnya dari luar Batam. Mereka datang sekalian bawa fotocopi ijazah yang mereka mau," terang Bi yang sehari-hari mengaku bekerja sebagai karyawan perusahaan swasta.(*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved