Praktik Ijazah Palsu di Batam
Cari Pelanggan, Dua Pelaku Tawarkan melalui Media Sosial
"Awalnya ada kawan yang minta buatkan untuk cari kerja. Ya saya buatkan," tutur pria yang berdomisili di daerah Baloi
Laporan Tribunnews Batam, Elhadif Putra
TRIBUNNEWSBATAM.COM, BATAM - Dua pemuda asal Batam, Bi (20) dan Ir (28) nekat membuat ijazah palsu berbagai sekolah menengah atas di Indonesia. Hal ini sengaja dilakukannya guna mendapatkan keuntungan.
Menurut pengakuan Bi, dia telah membuat ijazah palsu selama tujuh bulan. Dan hanya dalam dua hari, warga Baloi itu bisa membuat sebuah ijazah dan menjualnya dengan harga Rp 1 juta hingga Rp 1,5 juta.
"Awalnya ada kawan yang minta buatkan untuk cari kerja. Ya saya buatkan," tutur pria yang berdomisili di daerah Baloi itu.
Untuk mencari pelanggan, kedua pelaku masing-masing menawarkan jasa di internet, baik melalui blog pribadi ataupun melalui media sosial. Pemesan bisa meminta dibuatkan ijazah dari sekolah yang mereka inginkan.
"Yang pesan orang Batam, tapi mereka minta sekolahnya dari luar Batam. Mereka datang sekalian bawa fotocopi ijazah yang mereka mau," terang Bi yang sehari-hari mengaku bekerja sebagai karyawan perusahaan swasta.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/praktik-ijazah-palsu-2_20150529_110326.jpg)