Krisis Listrik di Tanjungpinang
"Kami tak Cari Untung, Kami Justru Merugi demi Listrik Tanjungpinang"
Direktur Pembangunan Komersial dan Bisnis PLN Bright Batam Ardian Cholid memuji ide kreatif Gubernur Kepri HM Sani.
Laporan Tribunnews Batam, Thomm Limahekin
TRIBUNNEWSBATAM.COM, TANJUNGPINANG- Direktur Pembangunan Komersial dan Bisnis PLN Bright Batam Ardian Cholid memuji ide kreatif Gubernur Kepri HM Sani dalam menangani krisis listrik di Pulau Bintan untuk jangka pendek dan jangka panjang.
Ardian mengakui bahwa terobosan untuk mengatasi krisis dengan memanfaatkan metode CNG Marine dalam proyek Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Gas (PLTMG) itu adalah ide Sani sendiri.
Ide tersebut akhirnya berhasil dikembangkan oleh PLN Bright Batam dan dijadikan sebagai percontohan bagi pengembangan listrik di daerah-daerah kepulauan di Indonesia.
"Saya bukan mau melebihkan. Namun, pada kenyataan bahwa metode CNG Marine itu ide kreatif anak bangsa, anak Kepri sendiri. Iden tersebut digulirkan oleh Pak Sani,"ungkap Ardian ketika meninjau pengerjaan proyek PLTMG di pulau Dompak Tanjungpinang, Kamis (25/6/2015) lalu.
"Kami sempat memaparkan metode itu di PLN Pusat dan justru ditanggapi positif. Metode ini pertama kali dikembangkan di Indonesia dan bahkan menjadi satu-satunya solusi penanganan listrik untuk daerah kepulauan di dunia,"tambah Direktur Pembangunan Komersial dan Bisnis PLN Bright Batam tersebut.
CNG Marine merupakan suatu metode pengelolaan listrik dengan memanfaatkan energi sisa dari pabrik atau industri.
Energi tersebut kemudian diubah dalam bentuk gas disimpan dalam tabung-tabung dan bisa dibawa ke mana-mana melalui laut dan jalan darat.
Energi gas yang tersimpan dalam tabung-tabung gas itulah yang akan dijadikan sebagai tenaga pembangkit listrik.
Menurut Ardian, pengembangan metode ini begitu sederhana dan tidak membutuhkan waktu yang lama.
Instalasi listrik PLTMG ini bisa dengan cepat dibangun di daerah yang dibutuhkan dan mudah dibongkar lagi untuk digunakan di derah lain kalau pasokan tenaga listrik di daerah pertama sudah cukup tersedia atau bahkan berlebihan.
Selama ini PLTMG sudah berhasil dikembangkan di daerah Tokojo Bintan.
Dari PLTMG tersebut, PLN Bright Batam sudah memasok 9 megawatt ke sistem PLN Tanjungpinang.
PLN Bright Batam berencana akan menambah daya 3 megawatt di Tokojo dan setelah itu membangun PLTMG baru di pulau Dompak Tanjungpinang.
"Kami tidak harus membutuhkan waktu yang lama untuk memasang instalasi PLTMG di pulau Dompak ini. Sekarang kami baru memasang beton untuk mendudukkan mesin. Nah, setelah itu, kami tinggal memasang mesinnya saja. Pada Jumat (3/7) medatang mesinnya sudah didatangkan ke sini," jelas Ardian.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/direktur-pembangunan-komersial-dan-bisnis-pln-bright-batam-ardian-cholid_20150626_174439.jpg)