Kekerasan Masa Orientasi Sekolah
Satu Pegang Tangan yang Lain Tutup Mata dan Tendang Muhammad Arif
Satu megang tanganya, satu menutup matanya dan satu lagi menendang perutnya
Laporan Tribun Batam, Eko Setiawan
TRIBUNNEWSBATAM.COM, BATAM - Sebelum meninggal dunia, Muhammad Arif Husen (13), pelajar SMPN 11 Tanjunguban, Bintan sempat mengigau dan memanggil nama-nama rekannya.
Hal itu diungkapkan Orangtua korban, Dodi Kuswanto (38) saat ditemui Tribun Batam dikediamannya, Senin (3/8/2015).
Ketika itu,jelasnya, korban bercerita kalau dirinya dikeroyok oleh tiga orang murid yang memakai seragam sekolah.
Ketiga murid tersebut bukanlah teman satu kelompoknya saat mengikuti masa orientasi siswa (MOS).
"Dari sekolah SD anak saya, cuma dia saja yang masuk ke sekolah itu. Jadi teman-temannya yang lain tidak ada. Saya sempat tanya sama dia, kalau dia itu dipukul sama tiga orang. Satu megang tanganya, satu menutup matanya dan satu lagi menendang perutnya," sebut Dodi.
Sebagaimana diberitakan sebelumnya, Muhammad Arif Husen (13), akhirnya meninggal dunia ketika dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tanjunguban, Minggu (2/8/2015) malam.
Sebelum menghembuskan nafas terakhirnya, korban yang diduga menjadi korban kekerasan yang dilakukan oleh rekannya di SMPN 11 Tanjunguban Bintan ini, sempat bercerita terkat aksi pengeroyokan yang dilakukan oleh tiga pelajar kepada dirinya.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/almarhum-muhammad-arif-husen-saat-berada-di-tempat-pemakaman-umum_20150803_182631.jpg)