Kekerasan Masa Orientasi Sekolah

Komisi IV DPRD Kepri Serukan Peniadaan MOS di Sekolah Se-Kepri

Saya pikir MOS itu tidak baik dan harus ditiadakan saja.

Tribun Batam
DOK- Orangtua dan kerabat korban almarhum Muhammad Arif Husen saat berada di tempat pemakaman umum. Arif diduga menjadi korban pengeroyokan yang dilakukan oleh kakak kelasnya 

Laporan Tribun Batam, Thomm Limahekin

TRIBUNNEWSBATAM.COM, TANJUNGPINANG - Kematian Muhammad Arif (13), pelajar SMPN 11 Tanjunguban, Bintan, Provinsi Kepri yang diduga meninggal setelah mengikuti masa orientasi siswa (MOS) mendapat sorotan dari berbagai kalangan.

Kasus tersebut bahkan mendorong sejumlah pihak untuk menyerukan agar MOS sebaiknya ditiadakan saja.

Ketua Komisi IV DPRD Kepri, Teddy Jun Askara menjadi salah seorang tokoh yang menyesalkan kasus tersebut. Dan akhirnya, dirinya menegaskan agar MOS ditiadakan saja dari sekolah-sekolah di Kepri.

"Saya pikir MOS itu tidak baik dan harus ditiadakan saja. Untuk membuat siswa baru saling kenal, mereka tinggal diperkenalkan saja satu sama lain di dalam aula sekolah. Pokoknya perkenalannya dibuat sesederhana mungkin. Tidak perlu siswa baru disuruh melakukan ini, memakai atribut itu," kata Teddy, Selasa (4/8/2015) sore.

Ketua Komisi yang menangani bidang pendidikan tersebut memastikan akan memanggil Dinas Pendidikan (Disdik) Kepri, serta meminta keterangan terkait kasus tersebut.

Pertemuan tersebut sekaligus dijadikan sebagai kesempatan untuk membicarakan bagaimana langkah yang harus diambil terkait masa perkenalan siswa di tahun ajaran baru ini.(*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved