Kekerasan Masa Orientasi Sekolah
Polisi Periksa Rekan Korban Diduga dikeroyok Saat MOS di SMPN 11
Kasat Reskrim Polres Bintan, AKP Andri Kurniawan mengatakan, penyidik hanya memangil kelompok yang masuk dalam tim Muhammad Arif di kegiatan masa orie
Laporan Tibun Batam, Ahmad Yani
TRIBUNNEWSBATAM.COM, BINTAN - Meninggalnya pelajar SMPN 11, Tanjunguban, Bintan yang diduga dilakukan oleh kakak kelasnya, menjadi pekerjaan rumah (PR) bagi aparat kepolisian dan pihak sekolah untuk mengusut motif dan pelaku pengeroyokan tersebut.
Untuk itu, sejumlah pelajar disekolah tersebut, menjalani pemeriksaan oleh penyidik dari Polres Bintan, di Mapolsek Bintan Utara (Binut), Selasa (4/8/2015) pagi.
Kasat Reskrim Polres Bintan, AKP Andri Kurniawan mengatakan, penyidik hanya memangil kelompok yang masuk dalam tim Muhammad Arif di kegiatan masa orientasi siswa (MOS).
"Kita hanya memangil kelompok Hang Tuah, yang merupakan kelompok Korban (Muhammad Arif), ada sekitar 36 orang," kata Andri di Mapolres Bintan kepada Tribun Batam.
Sebagaimana diberitakan sebelumnya, sebelum meninggal dunia, Muhammad Arif Husen (13), sempat mengigau dan memanggil nama-nama rekannya.
Hal itu diungkapkan Orangtua korban, Dodi Kuswanto (38) saat ditemui Tribun Batam dikediamannya, Senin (3/8/2015).
Ketika itu,jelasnya, korban bercerita kalau dirinya dikeroyok oleh tiga orang murid yang memakai seragam sekolah.
Ketiga murid tersebut bukanlah teman satu kelompoknya saat mengikuti masa orientasi siswa (MOS).
"Dari sekolah SD, anak saya, cuma dia saja yang masuk ke sekolah itu. Jadi teman-temannya yang lain tidak ada. Saya sempat tanya sama dia, kalau dia itu dipukul sama tiga orang. Satu megang tanganya, satu menutup matanya dan satu lagi menendang perutnya," sebut Dodi.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/petugas-melakukan-pemeriksaan-terhadap-rekan-korban_20150804_112245.jpg)