Karimun Alami KLB Demam Berdarah Dengue?
Ia meninggal dalam perjalanan pulang dari Malaysia hendak berobat.
Laporan Tribun Batam, Rachta Yahya
TRIBUNNEWSBATAM.COM, KARIMUN - Serangan penyakit demam berdarah dengue (DBD) yang merebak sejak tahun 2014 lalu, tampaknya belum mereda hingga pertengahan tahun 2015, bahkan dinilai kejadian luar biasa (KLB).
Itu setelah seorang bocah laki-laki dikabarkan meninggal dunia, akibat serangan virus penyakit yang dibawa oleh nyamuk Aedes Aegypti tersebut.
Bocah tersebut meninggal dunia saat dalam perjalanan dari Malaysia, sebelum lebaran Idul Fitri 1436 Hijriah lalu.
Saat itu, orangtuanya membawanya ke Malaysia untuk berlibur namun sesampainya di negeri jiran itu, sang bocah mengalami demam, kemudian dibawa berobat dan diketahui terserang penyakit DBD.
“Bocah itu warga Kelurahan Sungai Lakam Timur, dekat jalan Haji Arab. Ia meninggal dalam perjalanan pulang dari Malaysia hendak berobat. Kenanya mungkin sudah di Karimun, kecil kemungkinan di Malaysia,” ujar Khasirul Fadli, warga, Kamis (6/8/2015).
Fadli juga menyebutkan sepanjang tahun ini, di daerah yang sama yakni Kelurahan Sungai Lakam Timur, sedikitnya sudah ada lima warga yang terserang penyakit DBD dan kesemuanya anak di bawah umur.
Salah satunya adalah keponaannya dan saat ini tengah dirawat di RSUD Karimun.
Meski begitu, Fadli menyayangkan tidak ada tindakan dari Dinas Kesehatan Kabupaten Karimun meski daerah Kelurahan Sungai Lakam Timur sudah berulang kali terserang penyakit DBD. Meskipun itu hanya sekedar melakukan fogging (pengasapan, red).
Sementara itu, Kepala Bidang Penyakit Menular Dinkes Karimun, Rachmadi terkesan enggan membeberkan data ril dan kondisi terkini status Kejadian Luar Biasa (KLB) yang ditetapkan sejak tahun 2014 lalu.
Awalnya, Rachmadi menyebut jumlah kasus DBD sebanyak 52 kasus sejak awal tahun 2015 namun wawancara sempat terputus. Saat dihubungi lagi, Rachmadi mendadak berubah pikiran dan menyarankan Tribun untuk menemui Kepala Dinas Kesehatan Karimun, Sensissiana perihal data.(*)