Ansar Ahmad dan Khazalik Dapat Gelar dari Lembaga Adat Melayu

Ansar Ahmad dan mantan Wakil Bupati Bintan Khazalik, dengan gelar Datok Setia Bijaya Mahkota Negeri

Ansar Ahmad dan Khazalik Dapat Gelar dari Lembaga Adat Melayu
Tribun Batam
Pemberian gelar adat melayu dari LAM Kepri untuk Ansar Ahmad dan Khazalik 

Laporan Tribun Batam, Eko Setiawan

TRIBUNNEWSBATAM.COM, BINTAN - Lembaga Adat Melayu (LAM) Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) menganugerahkan gelar adat Melayu, kepada mantan Bupati Bintan Ansar Ahmad dan mantan Wakil Bupati Bintan Khazalik, dengan gelar Datok Setia Bijaya Mahkota Negeri, di Taman Kota Kijang, Kecamatan Bintan Timur, Sabtu (15/8/2015).

Gelar tersebut, bermakna orang yang setiawan dan mencapai kejayaan dan kemenangan gemilang dalam memimpin dan membangun negeri. Pemberian gelar adat tersebut diserahkan lantaran keduanya dianggap sukses memimpin Kabupaten Bintan selama mereka menjabat.

Gelar adat dalam adat istiadat Melayu merupakan susunan beberapa perkataan atau sebutan kehormatan yang dirangkai dengan indah, dan mengandung makna yang tinggi.

Penganugerahan gelar diawali arak-arakan rombongan dengan berjalan kaki pasangan tersebut, dari Masjid Raya Nurul Iman, menuju lokasi acara di Taman Kota, dipimpin Ketua LAM Kabupaten Bintan Datok M Saleh Ahmad, diiringi kompang.

Selanjutnya rombongan disuguhkan tari kebesaran adat persembahan dan sirih pinang diserahkan dari penari kepada Ansar dan Khazalik.

Serta beberapa warkah petuah-petuah istiadat Melayu oleh Teja Alhabd. Dilanjutkan penobatan gelar adat oleh Ketua LAM Kepri Datok Abdul Razak, ditandai pemasangan tanjak kepada Ansar dan Khazalik.

Dilanjutkan pemasangan selempang dan keris oleh Ketua LAM Bintan Datok Saleh Ahmad. Kemudian penyerahan warkah gelar kebesaran adat oleh Datok Abdul Razak.

Setiap prosesi diiringi musik nobat mengalun dengan suara lembut.Selesai pemasangan tanda kebesaran adat, dipersilakan keduanya untuk di peterakna (seperti pelaminan).

"Gelar ini berpuncak dari gelar adat pusaka lama masyarakat Melayu di Kepri. Dan ini menjadi gelar adat yang melekat selama hayat dikandung badan," kata Datok Abdul Razak.

Gelar adat tersebut,lanjutnya, haruslah dijaga sebagai simbol keagungan dan kemuliaan adat. Agar tuah dan marwahnya terserlah dalam diri.

"Ini salah satu ketulusan masyarakat dalam memberikan penghargaan kepada kami berdua. Walaupun sebenarnya keberhasilan pembangunan di Bintan adalah keberhasilan warga seluruh Bintan dalam berpartisipasi dalam pembangunan," kata Ansar.(*)

Editor:
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved