Berkat Fogging Kasus DBD di Ranai Menurun
"Kita juga terus menggalakan program 3M plus dalam antisipasi DBD untuk masyarakat,
Laporan Tribun Batam, M Ikhsan
TRIBUNNEWSBATAM.COM, NATUNA - Penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) tiba-tiba meningkat dalam beberapa bulan belakangan di pusat kota Ranai, Kabupaten Natuna.
Kabid Kesehatan Masyarakat, Dinkes Natuna, Hikmat Aliansyah mengatakan pihaknya sudah melakukan penanganan serius penyakit berbasis lingkungan tersebut.
"Memang beberapa bulan terakhir sejak awal tahun, DBD meningkat khususnya di Ranai, dalam sehari bisa sampai 4 laporan, tapi syukur saat ini terjadi fase penurunan, paling laporan hanya masuk satu laporan dalam beberapa hari," ujarnya, Rabu (19/8/2015).
Dinkes sudah melakukan fogging dan abatesasi di rumah-rumah masyarakat. "Kita juga terus menggalakan program 3M plus dalam antisipasi DBD untuk masyarakat," terang Hikmat.
Fogging atau pengasapan sudah dilakukan dibeberapa lokasi seperti Kelurahan Ranai Darat dan Batu Hitam.
"Memang di Ranai, Bunguran Timur yang banyak jumlah laporan kasus, sepertinya vektornya banyak dan penularannya tinggi, makanya kami melakukan penyelidikan epidemologi (PE) di beberapa lokasi yang terdapat kasus laporan," sebut dia.
Dalam PE, Dinkes akan memantau kondisi lingkungan apakah ada perkembangan jentik nyamuk yang mengkhawatirkan di tempat-tempat di sekitar lokasi warga yang terjangkit.
"Kami lakukan abatesasi di rumah-rumah masyarakat, Kami juga terus lakukan penyuluhan akan kebersihan lingkungan baik melalui spanduk dan lewat radio," ujarnya.
Kendati prosedur tetap sebelum melakukan kegiatan fogging, biasanya butuh data sekitar 10 orang di sebuah lokasi pemukiman yang terjangkit, namun menurutnya Dinkes tetap melakukan fogging kendati baru 3 hingga 5 orang yang terjangkit di area yang berdekatan.
Data dari RSUD Natuna di ruang rawat inap anak, terkait jenis penyakit yang terdata di Juli 2015, tertinggi adalah DBD 34,4 persen, diikuti diare 26,3 persen, dyspersia 7,8 persen dan sisanya penyakit lain. (*)