ABK Kapal Nelayan Tewas di Tengah Laut
Oman Suherman (52), seorang anak buah kapal (ABK) nelayan penangkap cumi-cumi KM Bintang Baru ditemukan sudah tidak bernyawa.
TRIBUNNEWSBATAM.COM, KARIMUN – Oman Suherman (52), seorang anak buah kapal (ABK) nelayan penangkap cumi-cumi KM Bintang Baru ditemukan sudah tidak bernyawa saat tengah berlayar di sekitar perairan Kalimantan sekitar pukul 11.00 WIB.
Jenazah korban sempat bersemayam dua hari di RSUD Karimun, Kamis (20/8/2015).
Berdasarkan keterangan Kapolsek Meral, AKP Sulam, tidak ditemukan bekas kekerasan pada jenazah pria asal Ciamis, Jawa Barat tersebut.
Meski begitu, agar tidak ada tuntutan dari pihak keluarga di kemudian hari, pemilik KM Bintang Baru yakni Latjai bersedia bertanggungjawab dengan menandatangani surat pernyataan di atas materai.
"Surat pernyataan dari nahkoda kapal bahwa korban meninggal secara wajar di kapal serta surat pernyataan dari pemilik kapal bahwa apabila di kemudian hari ada tuntutan dari keluarga korban adalah tanggung jawab mutlak atau penuh dari pemilik kapal dimaksud,” kata Sulam, Kamis siang.
Kronologis kejadian menurut keterangan awak dan nakhoda KM Bintang Baru, korban ditemukan meninggal dunia, Kamis (16/8/2015) sekitar pukul 11.00 WIB di dalam kamar tidur kapal yang saat itu berlayar di sekitar perairan Kalimantan mencari cumi.
Saksi yang menemukan pertama kali yakni nahkoda yakni Juthai.
Juthai menerangkan, Kamis sekitar jam 11.00 WIB, ia pergi ke kamar tidur korban dengan tujuan akan menyuruh korban masak makanan untuk awak kapal.
Saat tiba di pintu kamar, saksi melihat pintu dalam keadaan setengah terbuka dan melihat korban dalam posisi tidur.
Juthai membangunkan korban namun korban tidak bangun, setelah dicek saksi dan awak kapal lainnya ternyata korban telah meninggal dunia.
“Selanjutnya nahkoda memberitahukan kepada pemilik kapal dan membawa jenazah korban kembali ke Karimun dengan menggunakan kapal KM Bintang Baru. Setelah tiba di Karimun, korban langsung dibawa ke RSUD Karimun untuk dilakukan visum oleh dr Erna Dbora Saing. Dari hasil visum tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban,” kata Sulam.
Saksi yang telah dimintai keterangan yakni Bujang, Ramartin, Mamat, Nanda, Buyong, Hermadi, Sapriman yang merupakan rekan korban sesama ABK kapal serta pemilik kapal atas nama Latjai.
Jenazah pria berdomisili di Kampung Pulo, RT 04 RW 05, Keluharan Pinangranti, Kecamatan Makasar, Jakarta Timur itu tiba di Karimun, Selasa (18/8/2015), sekitar jam 13.30 di pelabuhan Syahbandar, Keluharan Sungai Pasir, Kecamatan Meral.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/tim-polres-karimun-sedang-mengevakuasi-mayat-mr-x_20150525_174800.jpg)