Terpaksa Jadi Kurir Narkoba untuk Membiayai Orangtua Sakit
Saya perlu uang, karena orangtua sakit di Aceh,"
Laporan Tribun Batam, Elhadif Putra
TRIBUNNEWSBATAM.COM, BATAM - Sepanjang bulan Agustus 2015, aparat kepolisian dari Satuan Reserse Narkoba telah melakukan pengungkapan kasus kepemilikan narkoba sebanyak 15 perkara.
Dari jumlah tersebut, petugas juga mengamankan 18 tersangka dan beberapa barang bukti narkoba jenis ganja dan sabu-sabu.
Satu diantaranya, penangkapan terhadap seorang kurir ganja asal Aceh di pelabuhan beton sekupang pada Jumat (28/8/2015) lalu.
Bersama tersangka berinisial Mk tersebut, petugas mengamankan enam paket ganja kering dengan total berat mencapai enam kilogram yang ditemukan di dalam barang bawaannya.
Kasat Reserse Narkoba Polresta Barelang, Kompol Irham halid mengatakan, tertangkapnya MK disaat petugas melakukan pengawasan terhadap penumpang dan barang di pelabuhan Beton Sekupang.
"Ditemukan enam paket dengan berat masing-masing satu kilogram," kata Irham, Selasa (1/9/2015).
Irham mengatakan, hasil penyelidikan sementara, Mk merupakan kurir dari bandar besar asal Aceh. Pihaknya kesulitan melakukan pengembangan karena gerak-gerik Mk langsung dikendalikan dari Aceh.
"Dia (Mk_red) mau jumpa dengan siapa saja langsung dikendalikan dari aceh. Sepertinya dia juga langsung dibuntuti oleh jaringan tersebut. Sebab saat ditangkap, komunikasinya juga langsung terputus," ungkap Irham.
Sementara itu Mk yang dijumpai di kantor Sat Res Narkoba Polresta Barelang berdalih nekat menjadi kurir ganja, karena butuh uang untuk biaya pengobatan orangtuanya.
Apabila berhasil mengantar ganja ke pemesan, ia akan mendapat upah sebesar Rp 5,2 juta.
"Saya perlu uang, karena orangtua sakit di Aceh," ujar pria yang segari-hari bekerja sebagai kernet truk di Aceh.(*)