Anggaran Pendidikan Batam Turun, Disdik Kurangi Pengadaan Fasilitas Belajar
Dinas Pendidikan Kota Batam akan mengurangi proyek pengadaan fasilitas pendidikan.
Laporan Tribunnews Batam, Anne Maria
TRIBUNNEWSBATAM.COM, BATAM- Dinas Pendidikan Kota Batam akan mengurangi proyek pengadaan fasilitas pendidikan.
Pasalnya, Disdik yang selama ini mendapatkan alokasi anggaran paling besar diantara SKPD lain pun tak lepas dari defisit anggaran yang saat ini dialami hampir semua provinsi, hingga kabupaten/kota di Indonesia.
Kepala Dinas Pendidikan Kota Batam, Muslim Bin Bidin menyebutkan pada APBD Perubahan yang sudah diketuk akhir September lalu, Disdik mendapatkan alokasi anggaran Rp 295 miliar.
Jumlah tersebut diakuinya mengalami penurunan.
"Disdik itu Rp 295 miliar di APBD-P. Ada penurunan sekitar Rp 10 miliar. Nah, inilah masih sedang pembahasan kira-kira apa saja program yang akan dikurangi atau ditiadakan karena defisit tersebut," ujar Muslim di kantor DPRD Kota Batam.
Meski masih dalam pembahasan, namun ia berpendapat bahwa Disdik akan lebih memilih untuk mengurangi proyek pengadaan serta lebih mendorong pada pembangunan atau infrastruktur pendidikan.
"Kalau saya lebih menekankan pada infrastruktur, contohnya ruang kelas baru. Sebab RKB ini penting. Kita sudah tambahi terus tapi tetap saja kurang, itukan yang menjadi masalah setiap kali ada penerimaan siswa baru. Nah untuk pengadaan itu yang dikurangi, contohnya alat-alat di lab," tuturnya.
Pengurangan pada pengadaan alat-alat pendidikan itu karena rata-rata di masing-masing sekolah di mainland sudah sangat mencukupi.
Sedangkan di hinterland, ia menilai alat-alat seperti itu kurang diperlukan.
"Kalau di mainland rata-rata sudah mencukupu, tapi kalau di hinterland tidak terlalu perlu. Selain RKB, yang lainnya saya kira kita perlu perkuat di pelatihan-pelatihan guru," kata dia. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/suasana-sekolah-yang-menerapkan-program-adiwiyata-di-anambas_20150731_134204.jpg)