Baru dari Negeri Singa? Waspada Flu Singapura dan Kenali Ciri-Ciri Ini
Dinas Kesehatan Kota Batam mengimbau masyarakat yang pulang dari Singapura untuk mengantisipasi penyakit Flu Singapura.
Laporan Tribunnews Batam, M Ikhsan
TRIBUNNEWSBATAM.COM, BATAM - Dinas Kesehatan Kota Batam mengimbau masyarakat yang pulang dari Singapura untuk mengantisipasi penyakit Flu Singapura.
Penyakit yang dalam istilah kedokterannya hand foot and mout diseases (penyakit tangan, kaki dan mulut) atau disingkat HFMD ini biasa penularannya saat musim panas.
Penyakit ini pernah mewabah di Singapura hingga banyak sekolah dan fasilitas umum lainnya tutup di negara itu beberapa tahun lalu.
Disinyalir masih ada potensi wabah serupa terjadi lagi.
Hal ini juga yang menyebabkan mengapa penyakit ini disebut sebagai Flu Singapur.
Kabid Penanggulangan, Pencegahan dan Penyehatan Lingkungan (P2PL) Dinkes Kota Batam, Drg Sri Rupiati MSi mengatakan, jika ada masyarakat yang baru bepergian ke Singapura dan mengalami gejala Flu Singapura, secepatnya periksa ke dokter.
"Gejalanya seperti demam pilek, batuk sampai dua tiga hari, tapi biasanya penyakit jenis ini sembuh sendiri, belum ada pengobatan yang spesifik," ujar Sri, saat dijumpai Tribun di kantornya, Jumat (16/10).
Kendati demikian, penyakit ini tentunya akan membuat penderita menjadi tidak nyaman, perlu mendapat perhatian medis yang tepat dan benar agar tidak berkomplikasi dan berbahaya.
Ia mengatakan flu singapur yang disebabkan virus tersebut, potensial terjadi penularannya saat musim panas.
"Biasanya menyerang pencernaan dan saluran pernafasan," jelasnya lagi.
Penularannya bisa lewat kontak tidak langsung, dan diikuti oleh skresi pilek dan ingus hingga sakit tenggorokan.
"Sejauh ini, laporan di lapangan masih didata, petugas masih melakukan perekapan, apa ada masyarakat yang melapor ke Puskesmas, rumah sakit yang terkena flu Singapur ini," ujarnya.
Menurut Sri, flu singapura adalah penyakit infeksi virus yang menyebabkan luka seperti sariawan yang banyak pada bibir dan mulut bagian dalam, luka lepuhan juga muncul pada tangan, kaki, dan terkadang pada bokong
Penyebab Flu singapura adalah virus RNA famili Picornaviridae, Genus Enterovirus terdiri dari virus Coxsackie A, virus Coxsackie B, Echovirus dan Enterovirus.
Virus Penyebab Flu singapura tersering namun ringan adalah Coxsackie A16, sedangkan penyebab yang menimbulkan kasus berat atau berpotensi menimbulkan komplikasi hingga kematian adalah Enterovirus 71.
Karena penyebabnya virus maka flu singapura ini mudah menular. Penularannya seperti penyakit flu yaitu melalui droplet saat bersin, air liur, tinja, dan cairan dari vesikel atau ekskreta.
Penularan kontak tidak langsung bisa melalui barang-barang yang terkontaminasi oleh cairan tersebut.
Penyakit ini umumnya menyerang balita usia 2 minggu sampai 5 tahun, namun ada kasus yang terjadi pada anak hingga usia 10 tahun.
Sedangkan orang dewasa umumnya kebal terhadap enterovirus ini, namun bisa saja terjadi.
Gejala Flu Singapura biasanya akan muncul 3 sampai 6 hari setelah anak terpapar atau terkena virus. Ini disebut masa inkubasi.
Penyakit Flu Singapuran biasanya tidak memerlukan pengobatan khusus.
Bisa menggunakan perawatan di rumah untuk membantu meringankan gejala flu singapura pada anak.
Dengan mengkonsimsi cairan atau minuman dingin untuk membantu meredakan sakit tenggorokan. Minum harus banyak agar tidak terjadi dehidrasi.
Jangan memberikan makanan atau minuman yang terasa asam atau pedas, kerupuk, keripik atau gorengan sejenis.
Karena makanan ini bisa membuat sariawan lebih menyakitkan.
Untuk meredakan nyeri dan demam, berikan acetaminophen (parasetamol) atau ibuprofen.
Tidak ada vaksin yang dapat disuntikkan untuk melindungi terhadap virus yang menyebabkan penyakit tangan, kaki, dan mulut ini.
Seseorang dapat menurunkan risiko atau mencegah flu singapura dengan cara seperti sering mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir, terutama setelah mengganti popok dan menggunakan toilet.
Rajin membersihkan benda-benda yang sering disentuh termasuk mainan anak.
Menghindari kontak dekat seperti mencium, memeluk, atau berbagi peralatan makan atau cangkir dengan orang-orang yang lagi sakit flu singapura. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/ilustrasi-penderita-flu-singapura-yang-menyerang-anak-anak_20151016_125002.jpg)