Kisah Inspirasi
Meski Jatuh Bangun Dalam Usahanya, Pengusaha Muda ini Akhirnya Sukses
"Sopir dipukuli di jalan. Itu pernah terjadi. Tapi inikan negara hukum. Pasti ada hukum yang menyelesaikan.
TRIBUNNEWSBATAM.COM, SAMARINDA - Mobil jenis MVP warna putih merek Toyota Vellfire bernomor polisi KT 17 FF masuk di halaman parkir di bangunan yang akan dijadikan lokasi trendsetter bisnis di Samarinda, Kalimantan Timur.
Pintu slidingnya terbuka secara perlahan. Muhammad Umry Hasfirdauzy, atau lebih dikenal Firly Firdauzy keluar dari dalam mobil menyambut kedatangan Tribunkaltim (Tribun Network).
Sosok pengusaha muda kelahiran asal Balikpapan, yang akrab disapa Firly, menyapa ramah.
Penampilannya terlihat sederhana. Mengenakan kemeja motif batik warna biru dipadu celana bahan dan sepatu santai.
Ia sempat menunjukkan bangunan yang diberi nama Juanda Avenue, yang sedang dikerjakan untuk rencana bisnisnya di 2016.
Firly dikenal sebagai pengusaha muda yang sukses bermain di moda transportasi. Bisnis jasa transportasi yang dirintis sudah berkembang sejak 2009 bernama travel Kangaroo.
Selama enam tahun, pria 34 tahun ini harus merasakan jatuh bangun, sebelum menuai sukses sebagai pengusaha.
Keinginannya untuk memulai bisnis transportasi, banyak tantangan yang harus dilalui. Mulai dari perizinan, manajemen hingga menjaga keselamatan karyawan.
Firly memilih bisnis awalnya di bidang transportasi, karena menurut dia, transportasi sebagai sarana atau urat nadi perekonomian.
"Alasannya, transportasi itu urat nadinya perekonomian. Dan darah itu, ibarat sarananya. Selama itu masih hidup pasti siklus itu berjalan dan tak pernah habis. Tinggal bagaimana mengemasnya," jelas Firly, yang mengajak interview di dalam mobil Toyota jenis MVP Vellfire warna putih, Jumat (16/10/2015) sore.
Dengan alasan itulah, Firly bersama relasinya di Jakarta merealisasikan usaha jasa transportasi.
"Mulai kita garap dari perencanaan bisnis sampai modal dan lainnya," kenang Firly. Sayangnya, relasi atau partner bisnisnya enggan disebutkan namanya.
"Tahun pertama, kami hanya siapkan lima unit. Karena modal patungan, jumlah armada tahun pertama lima unit dulu. Sekarang sudah ada 60 unit. Jadi 50 unit digunakan reguler dan 10 untuk cadangan. Kalau ada bus yang masuk bengkel atau perawatan. Kalau sama yang dikontrak sekitar 100 unit, disewa ke PT Vico, Total," ungkapnya.
Hasil itu, kata dia, tidak seperti membalikkan telapak tangan. Artinya, proses mengembangkan bisnis banyak tantangan yang dilalui.
Firly mengaku, merancang bisnis jasa transportasinya itu, membantu dan memudahkan masyarakat terbantu.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/firly-firdauzy-pemilik-travel-kangaroo_20151018_152513.jpg)