Pencabulan Anak Marak di Pinang, Pelakunya dari Tuna Netra sampai Guru
Kasus pencabulan anak yang berusia di bawah 18 tahun mulai marak terjadi di Tanjungpinang.
Laporan Tribunnews Batam, Thomm Limahekin
TRIBUNNEWSBATAM.COM, TANJUNGPINANG- Kasus pencabulan anak yang berusia di bawah 18 tahun mulai marak terjadi di Tanjungpinang.
Dalam tempo sebulan, ada 4 tersangka kasus pencabulan yang ditangkap oleh Kepolisian Resort (Polres) Tanjungpinang.
Kepala Polres (Kapolres) Tanjungpinang, AKBP Kristian Parluhutan Siagian dalam sebuah konferensi pers di Kantor Polres, Senin (19/10/2015) siang, mengatakan, keempat tersangka kasus pencabulan itu adalah para pria dewasa.
"Tersangka pertama adalah Ta, pria tuna netra yang mencabuli T (13) tetangganya sendiri di jalan Usman Harun pada Senin (21/9) sekitar pukul 14,30 WIB. Ta ini diduga mencabuli korban di rumahnya sendiri," jelas Kristian kepada awak media.
Ta melakukan aksi tersebut ketika korban menumpang toilet di rumahnya.
Ketika korban baru masuk ke toilet, Ta langsung mengunci toilet itu lalu mulai mencabuli korbanya.
"Ta akhirnya ditangkap warga yang sudah menaruh curiga. Dia lalu dibawa ke Kantor Polres Tanjungpinang," terang Kristian.
Kasus pencabulan lain dilakukan oleh Ma (27) terhadap P (14).
Pencabulan ini terjadi pada Kamis (24/9) sekitar pukul 20.00 WIB.
Pada waktu itu Ma mengajak P untuk menemaninya belanja di Ramayana Mall.
"Namun, sampai di Ramayana Mall, Ma mengaku lupa membawa kartu anjungan tunai mandiri (ATM). Dia kemudian mengajak korban kembali ke rumahnya untuk mengambil ATM. Dia sempat minum kopi bersama korban sebelum mengajak si korban ke arah Tanjung Uban. Di sana dia mulai mencabuli korban dan menyetubuhi sebanyak 2 kali," jelas Kristian.
Kasus pencabulan berikutnya dialami oleh Hp (12), seorang pelajar Sekolah Dasar (SD) di Tanjungpinang.
Tersangka kasus pencabulan tersebut adalah Ha (23).
Pria ini melakukan aksinya di samping rumah toko (Ruko) jalan Baru kilometer 10 arah Tanjung Uban.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/ekspos-kasus-pencabulan-anak-di-tanjungpinang_20151020_071110.jpg)