Tujuh Proyek Alkes di Anambas Belum Dilelang

Dewan Akan Panggil Kadinkes Soal Alkes. Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Anambas, menyoroti Dinas Kesehatan Kabupaten Anambas.

Istimewa
Ilustrasi Alat Kesehatan 

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, ANAMBAS - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Anambas, menyoroti Dinas Kesehatan Kabupaten Anambas.

Dewan menyoroti terkait tujuh paket proyek mengenai alat kesehatan yang sampai saat ini belum dilelang.

Yulius, anggota DPRD, meminta agar Dinkes dapat memberikan penjelasan mengapa sampai saat ini paket proyek tersebut belum juga dilelang.

"Kami menyarankan supaya dilelang, mengingat waktunya sudah tidak lama lagi. Jangan sampai masyarakat nantinya yang dirugikan," ujar anggota Komisi II ini, Kamis (29/10).

Tidak dipungkiri, pelayanan kesehatan masih menjadi salah satu yang dikeluhkan masyarakat, terutama pengelolaan rumah sakit bergerak.

Hal ini menurutnya memerlukan persiapan yang matang mulai dari sumber daya manusia, ketersediaan obat-obatan hingga sarana pendukung seperti alat kesehatan.

"Alat kesehatan ini menjadi salah satu penunjang dalam layanan kesehatan. Dalam waktu dekat, kami akan berencana untuk memanggil Kepala Dinas Kesehatan terkait hal ini," kata politisi Gerindra ini.

Azwandi, Kepala Bagian Administrasi Pembangunan Setdakab Anambas mengatakan, terdapat sembilan proyek yang belum dilelang hingga tahun ini.

Selain tujuh paket di Dinas Kesehatan, dua paket lainnya meliputi paket di Dinas Pekerjaan Umum dan Bagian Umum Pemkab Anambas.

"Totalnya ada 92 paket. Mereka terdiri dari konstruksi sebanyak 41 paket, konsultasi sebanyak 17 paket, barang sebanyak 33 paket, dan jasa sebanyak satu paket. Dalam hal ini, sudah 83 paket yang sudah dilelang," terangnya.

Ia menjelaskan, dari 83 paket yang sudah dilelang tersebut, 66 paket dalam pelaksanaan.

Sumber dana proyek tersebut terdiri dari Dana Alokasi Khusus (DAK) dan Taskin.

Dari 83 paket tersebut, kata dia, 66 paket sudah selesai dilelang dan kini sedang dikerjakan. Sedangkan sumber dananya berasal dari Dana Alokasi Khusus (DAK) dan Taskin.

Kepala Dinas Kesehatan Said Moh. Damrie yang dikonfirmasi mengenai hal ini belum memberikan tanggapan.(*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved