Kamis, 9 April 2026

Siswi SMA di Batam Hilang

BREAKING NEWS: Terduga Pelaku Pembunuh Nia Dibawa dari Mapolda ke Mapolres

Ada kabar menggembirakan soal kasus pembunuhan Dian Milenia yang akrab disapa Nia, siswi SMAN 1 Batam yang tewas September lalu.

Istimewa/FB/Dian Milenia Tresna Afiefa
Dian Milenia Tresna Afiefa semasa hidup 

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, BATAM- Ada kabar menggembirakan soal kasus pembunuhan Dian Milenia yang akrab disapa Nia, siswi SMAN 1 Batam yang tewas September lalu.

Terduga pelaku pembunuh remaja 16 tahun itu sudah ditangkap dan saat ini sedang proses membawa terduga dari Mapolda Kepri, Batu Besar, Nongsa, ke Mapolresta Barelang di Baloi.

Informasi yang dihimpun Tribun Batam, Jumat (30/10/2015), terduga telah diamankan di kawasan Batuaji.

Santer beredar informasi bahwa selepas sholat Jumat siang ini, akan ada kejelasan soal pelaku pembunuhan Nia dari pihak kepolisian.

Diberitakan sebelumnya, Nia merupakan korban pembunuhan yang ditemukan tewas di Dam Sei Ladi Batam.

Seorang saksi mata yang kali pertama melihat jenazah Nia, Dipo, menceritakan, saat itu dirinya bersama warga dan para pecinta alam sedang melakukan aksi bersih-bersih di sekitar lokasi Sei Ladi.

Tiba-tiba, rekan mereka, Deny yang bertugas memotret untuk dokumentasi dikejutkan dengan adanya sesosok mayat tergeletak tak jauh dari lokasi.

"Dia bilang, Pak kok ada mayat. Saya langsung lihat dan beritahukan ke kawan-kawan. Saat itu ada anggota polisi yang juga pengawal Pak Sulistyana juga di situ. Mas Iman lah yang handle dan kontak ke Polres," kata Dipo, Senin (28/9),-- yang saat itu bersama para relawan pendukung pasangan Cawako-Cawawako Rialis melakuan aksi sosial.

Dipo sendiri menyatakan cukup janggal saat melihat keberadaan jenazah Nia. Menurutnya, saat itu kondisi mayat sudah mulai membiru, dan darah juga mengering.

Pakaian yang ada di dekat korban juga tidak terlihat banyak darah. Oleh karena itu, ia pun sangsi jika pembunuhan dilakukan di tempat tersebut.

Mengenai keberadaan korban sejak kapan, ia tidak bisa memastikan. Siang itu, mereka menemukan secara tidak sengaja.

"Tempatnya di bawah tanah yang tidak landai. Dekat jalan setapak ada tanah yang tinggi, dan korban di bawah itu," katanya. (*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved