Kartu Indonesia Pintar
Orangtua Pelajar Penerima BSM Mengaku Anaknya Takut ke Sekolah
"Kalau anaknya masih siap untuk bersekolah disana, saya jamin tidak akan ada intimidasi dan pengaruh nilai,"
BATAM.TRIBUNNEWS.COM, TANJUNGPINANG - Wali murid penerima bantuan siswa miskin (BSM), Gt mengatakan anaknya sempat tidak mau sekolah pada Rabu(4/11/2015).
Pasalnya anaknya menjadi korban 'Bully' maupun intimidasi di sekolah setelah dipojokkan teman-teman sekolahnya setelah kasus BSM mencuat kepermukaan.
"Tapi setelah saya bilang berangkat untuk sekolah, akhirnya berangkat juga," jelasnya.
Padahal, katanya, apa yang dilakukan dia dan anaknya terkait masalah dana BSM tersebut, merupakan wujud untuk memperjuangkan kepentingan bersama.
Terutama untuk transparansi masalah dana BSM oleh pihak sekolah.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kota Tanjungpinang, HZ Dadang AG yang ditemui diruang kerjanya menjamin tidak akan ada intimidasi terhadap siswa penerima BSM, terutama anak dari wali murid Gt maupun Dj.
"Kalau anaknya masih siap untuk bersekolah disana, saya jamin tidak akan ada intimidasi dan pengaruh nilai," katanya usai meminta penjelasan pihak sekolah.
Dia juga menugaskan guru Bimbingan Konseling untuk mengawasi kedua siswa yang sudah kelas XII tersebut.
Agar dengan pengawasan yang dilakukan Guru BP, anak tersebut tidak mengalami tekanan.
"Guru BP siap membimbing. Tadi wali kelasnya juga bilang anaknya di sekolah 'happy' saja kok," katanya.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/dprd-tanjungpinang-sidak_20151103_094858.jpg)