Tuntut Kompensasi, Warga Gunung Kijang Tutup Akses Jalan ke Perusahaan
Aksi penutupan jalan ini disebabkan pihak perusahaan yang telah memberi kompensasi berupa harga batu granit murah, kini jadi jauh lebih mahal.
BATAM.TRIBUNNEWS.COM, BINTAN - Masyarakat Kampung Galang Batang Kecamatan Gunung Kijang, Bintan sejak kemarin melakukan aksi penutupan akses jalan menuju perusahaan tambang granit, PT MITI (Mitra Infes Tindo), Selasa (10/11/2015).
Informasi di lapangan, aksi penutupan jalan tersebut yang diketuai Yusri Ketua RT Kampung Galang Batang itu disebabkan pihak perusahaan yang telah memberi kompensasi berupa harga batu granit murah, kini jadi jauh lebih mahal.
Sebelumnya setiap warga bisa mendapatkan batu granit kotor dari PT MITI tersebut dengan harga Rp 350.000 per lita ton atau per lori. Dengan keputusan barunya, PT MITI kemudian menaikan harga batu kotor dengan harga Rp 920.000 per lori.
Masyarakat merasa keberatan atas kenaikan harga batu tersebut karena warga tak dapat lagi berusaha menjual beli batu lagi. Alasan itulah menyebabkan warga nekat menutup jalan umum agar pihak perusahaan tidak bisa menjalankan aktivitasnya.
"Mereka melakukan penutupan jalan kemarin sekitar pukul 15.00 Wib – 17.00 Wib. Hari ini, mereka akan kembali melanjutkan aksinya jika tidak ada pembahasan dengan masyarakat di sini," sebut seorang warga dalam aksi tersebut
Untuk menenangkan masa yang berdemo, beberapa unsur pimpinan seperti Kapolres Bintan AKBP Wisnu Adji Pamungkas, Camat Gunung Kijang Dodi Septa dan pihak PT MITI sepakat duduk bersama membicarakan masalah ini.
Pantauan di lapangan, saat ini jalan sudah mulai kembali dibuka. Aktivitas pekerjaan di PT MITI sudah kembali lancar. Sementara warga sekitar sedang melakukan negoisasi dengan PT MITI dimediasi pihak kepolisian. (*)