Ini Alasan ABG 14 Tahun Jadi Pelaku Curanmor di Tanjungpinang
Dari pengakuannya, RR berperan khusus sebagai pengawas teman-temannya ketika temannya saat sedang beraksi mencuri motor.
BATAM.TRIBUNNEWS.TANJUNGPINANG - Terjerumus dunia kriminal bagi anak usia remaja tanggung makin marak. Seperti yang terjadi di Tanjungpinang yang terjadi pada seorang anak berusia 14 tahun, RR.
RR yang terlibat pelaku pencurian sepeda motor (curanmor) dan pemberatan mengaku spesilais pencurian kendaraan motor.
Dengan lugunya, RR menjawab semua pertanyaan polisi seputar aksi jahatnya selama ini dengan lancar tanpa terbata bata.
Sambil sesekali menyeka penutup kepalanya karena kesulitan berbicara, RR mengungkapkan bahwa aksinya itu dilakukan bersama lima kawanannya, yakni NW, FW (DPO) dan FR (DPO).
“Saya sudah lima kali ikut (pencurian), bang. Sejak tak lulus SD,”katanya.
RR harus mengikuti jejak temannya, agar bisa menikmati kemudahan jalan-jalan mengitari kota Tanjungpinang dengan kendaraan roda dua.
RR mengaku terakhir kali mengecap pendidikan sampai kelas SD saja. Itupun RR mengaku tak sampai merasakan kelulusan SD-nya, alias putus sekolah.
Dari pengakuannya, RR berperan khusus sebagai pengawas teman-temannya ketika temannya saat sedang beraksi mencuri motor.
Misalnya, saat pencurian motor di parkiran Hotel Sampurna, Jalan Yusuf pada 23 Oktober 2015 lalu, RR bertugas berjaga-jaga dan memberikan kode bila ada yang mendekat.
Satu unit sepeda motor Suzuki Shogun, bernomor polisi 6073 RT warna hitam pun berhasil mereka bawa kabur dengan cepat saat itu.
Modus operandi yang mereka pakai, yakni, menyambung-nyambungkan kabel kontak, kemudian mencokelnya agar bisa hidup. Setelah itu mereka pergi bersama motor hasil curiannya, begitu istilah dipakai.
Usai motor berhasil didapatkan, hasil jarahan kemudian dimodifikasi dengan tujuan agar sang pemiliknya tak lagi mengetahui kendaraannya. “Saya juga ikut mengecet agar warna motornya berubah,”kata RR.
Saat ditanya kapolres untuk apa mempreteli motor, RR tegas, bahwa itu dilakukan agar sang pemilik motor tak mengenali lagi motor kendaraannya.
“Lantas kau apakan motor itu saat sudah kau preteli?” tanya AKBP Kristian.
“Mau dipakai jalan jalan pak, itu saja,”kata RR.
“Yang benar?! Jangan kau bohong ya, mau dijual kan onderdilnya?”
“Tidak pak,”ujar RR yang mulai sedih karena didesak terus oleh sang Kapolres.
“Kami mau pakai itu motor untuk jalan jalan di kota,” lanjut rr terbata lalu tertunduk lesu. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/remaja-14-tahun-ditangkap_20151110_192008.jpg)