Selasa, 14 April 2026

Sebanyak 156 TKI itu Berasal dari Jawa, Lombok dan Madura

Mereka terdiri dari 93 laki laki dan 63 yang diduga sebagai TKI illegal yang rencananya akan diberangkatkan ke Malaysia

batam.tribunnews.com/waffa
TKI yang diduga ilegal diamankan di salah satu ruko di Tanjung Pantung Sei Jodoh, Batuampar. 

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, BATAM - Sebanyak 156 TKI (tenaga kerja Indonesia) yang diamankan Dinsos Karimun di komplek ruko tanjung pantung Sei Jodoh, Batuampar, Selasa (17/11/2015), rata-rata berasal dari luar Batam, Kepri.

Mereka adalah para calon TKI tanpa dokumen yang sebagian besar berangkat dari Surabaya. Kampung halaman mereka rata-rata dari Jawa, Lombok dan‎ Madura.

Seorang TKI Ratno dari daerah Jawa mengatakan dirinya harus membayar Rp 6 juta kepada seseorang yang mengaku agen untuk keberangkatannya ke Malaysia.

"Saya dirusuh bayar 6 juta sama orang yang bawa saya dari sana (Surabaya)," ujar Ratno salaah seorang TKI.

Sebagian dari mereka mengaku tertipu agen yang membawanya. Sayangnya kepada wartawan, TKI tersebut masih belum terbuka tentang orang yang akan mengirimnya ke Malaysia tersebut.

‎Kabid penempatan kerja Disnaker yang ikut dalam pengerebegan itu mengatakan para korban ini bisa dikategorikan sebagai korban Track fiking.

"Dari segi manapun ini sangat tidak layak tempat penampungannya. ‎Selain itu dokumen yang tidak ada serta pengakuan mereka yang belum tau akan dipekerjakan sebagai apa, mereka adalah korban Track fikking," ujar Maudy Vera di TKP.

Lebih lanjut, Maudy akan berkoordinasi dengan Dinsos kota batam untuk melaporkan dengan pemerintah daerah asal mereka tinggal.

"Kita akan pikirkan pemulangan mereka dengan keroyokan. Ini sementara kita tampung di Selter Dinsos," ungkapnya lagi. (*)

Sebanyak 156 TKI (tenaga kerja Indonesia) diamankan di komplek ruko tanjung pantung Sei Jodoh, Batuampar.

Mereka terdiri dari 93 laki laki dan 63 yang diduga sebagai TKI illegal yang rencananya akan diberangkatkan ke Malaysia.

Hanya saja sebagian tak mengakui hendak ke malaysia. Mereka Nampak ditampung dalam kondisi berdesak-desakan di ruko tiga lantai. Semua lantai terisi penuh. Mereka tidur bercampur secara bersamaan.

Mereka sebagian mengaku baru tiba pukul 15.00 WIB (17/11/2015) sore tadi. Sementara lainnya lagi mengaku telah tiba sebelumnya pada pagi hari.

Mereka mengaku dijemput tekong yang belum diketahui keberadaannya di Bandara Hang Nadim.

Ini diketahui setelah ada penggrebegan dimulai pukul 19.00 WIB. Sempat tidak ada yang mau membuka pintu ruko berlantai tiga itu.

Ketika dipaksa akhirnya mereka mengalah dan membuka pintu dari dalam. Setelah dibuka nampak ratusan orang tengah berkerumul di tiga lantai yang terisi rata masing-masing TKI. (*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved