Jumat, 10 April 2026

Diprotes Peserta Bela Negara, Uang Transportasi Akhirnya Ditambah

"Saya sudah menghubungi pihak provinsi. Pihak provinsi meminta agar masing-masing daerah membantu," kata Wan Kamar

Editor: Mairi Nandarson
Tribun/M Ikhwan
Peserta Bela Negara di ruang kantor Badan Kesbangpol Panmas Tanjungpinang. 

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, TANJUNGPINANG - Sebanyak 43 peserta bela negara asal Kota Tanjungpinang mendatangi Kantor Badan Kestuan Bangsa, Politik dan Pemberdayaan Masyarakat (Kesbangpol Panmas) Kota Tanjungpinang, Rabu (18/11/2015).

Mereka datang mempertanyakan uang transportasi yang diberikan setelah selesai pelatihan bela negara di Lantamal IV Tanjungpinang.

Di kantor Kesbangpol Penmas, beberapa perwakilan peserta langsung melakukan mediasi dengan Kesbangpol Penmas.

Para perwakilan peserta ditemui Kepala Kesbangpol Penmas Wan Kamar di ruang rapat kantor Kesbangpol Penmas.

Seorang peserta bela negara asal Tanjungpinang, Ramdan mengatakan, kedatangan rombongan anggota bela negara ke Kesbangpol Kota Tanjungpinang untuk menagih janji uang saku dan uang transportasi.

Setelah kegiatan ditutup Rabu pagi, semua peserta bela negara dari tujuh kabupten kota di Provinsi Kepri ini hanya diberikan amplop oleh panitia di Lantamal IV sebesar Rp250 ribu per orang.

"Apakah uang sebesar itu sudah termasuk uang transportasi? Kami ini mengikuti pelatihan bela negera ini hampir satu bulan penuh.

Masa, kegaitan yang dilakukan secara nasional dan dianggarkan oleh pusat hanya diberi Rp250 ribu.

Berarti seharinya kami ini hanya diberi sebesar Rp8 ribu lebih sedikit saja," katanya.

Terlebih katanya, kebanyakan anggota bela negara ini hampir semua telah berkeluarga.

Sehingga setidaknya usai pelatihan selama sebulan ada yang diberikan kepada keluarga di rumah. Tapi nyatanya hanya diberikan uang saku dan transportasi sebesar itu.

"Biasanya setiap pelatihan atau kegaitan yang dilakukan di Tanjungpinang standar uang saku perhari Rp50 ribu. Masa kegiatan seperti ini hanya sebesar ini. Kan tak masuk akal.

Apalagi untuk anggota dari Natuna, Anambas, Lingga pasti tidak cukup," katanya.

Menanggapi hal ini Kepala Badan Kesbangpol Pemnas Kota Tanjungpinang Wan Kamar menjelaskan, terkait uang saku merupakan kewenangan dari pusat, berapa nilainnya dirinya tidak mengetahui.

"Setiap peserta bela negara diberi uang saku yang berasal dari pusat.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved