Pelajar di Batam Ditodong Pisau dan Dirampas Pelajar Lainnya
Seorang siswa SMKN 7 Batam menjadi korban perampasan yang pelakunya juga diduga pelajar.
BATAM.TRIBUNNEWS.COM, BATAM- Seorang siswa SMKN 7 Batam menjadi korban perampasan.
Dua pelakunya juga mengenakan seragam sekolah dan diduga masih pelajar.
Satu pelaku mengenakan seragam sekolah SMA dan satunya lagi berseragam SMP.
Saat diperiksa polisi di Mapolres Batam Kota, Senin (30/11/2015), korban didampingi oleh dua orang gurunya.
Seorang guru korban yang enggan menyebutkan namanya menuturkan bahwa Dedi menjadi korban perampasan setelah sebelumnya ditodong pisau.
"Di ditodong pisau. Kemudian ia serahkan HP-nya kepada pelaku," ujar guru SMKN 7 itu kepada wartawan.
Kronologi kejadian, Dedi yang tinggal di perumahan Taman Raya Batam Center tengah menuju Batu Besar dengan tujuan ke rumah temanya untuk mengerjakan tugas sekolah.
Saat itu, kebetulan pihak sekolah memulangkan siswanya lebih awal.
Sebelum pergi ke Batu Besar, korban pulang terlebih dahulu kerumahnya.
"Saat melaju di jalan Batu Besar itu, dua pelajar menghadangnya,"ujarnya lagi.
Pelaku menodongkan pisau ke leher korban.
Korbanpun tak berfikir panjang dan langsung menyerahkan HP yang dibawahnya.
Setelah menyerahkan HP, ia langsung lari ke dalam sekolah Pertiwi yang kebetulan tak jauh dari TKP, pukul 10.30. WiB.
"Dia kabur ke sekolah Pertiwi. Dan seorang guru Pertiwi melaporkan ke kita. Motor sempat ditinggal di TKP. Untung gak dibawa pelaku," ungkapnya lagi.
Kapolsek Batam Kota Kompol Arif Budiman menuturkan bahwa pihaknya tengah melakukan penyelidikan kasus tersebut.
Pelaku hingga kini masih di cari pihak kepolisian setelah menerima laporan dari korban.
"Buser sudah turun tadi untuk melakukan penyelidikan. Sedang kita selidiki dulu," tambah Arif.