Siapkan diri Jelang MEA, 15 Barista di Batam Jalani Proses Sertifikasi
Bertempat di Coffee shop Coffee Story Kaliban Hotel, ada 15 Barista yang melewati proses sertifikasi
BATAM, TRIBUNNEWS.COM, BATAM - Memasuki persiapan menghadapi persaingan Masyarakat Ekonomi Asia (MEA) Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) dan bekerjasama dengan Lembaga Sertifikasi Profesi Kopi Indonesia (SLPKI) melakukan sertifikasi Barista (Pekerja yang pekerjaannya membuat dan menyajikan kopi berbasis espresso kepada pelanggan,red) di Batam.
Bertempat di Coffee shop Coffee Story Kaliban Hotel, ada 15 Barista yang melewati proses sertifikasi.
Master Asesor Kompetensi dari SLPKI, Edy Pangabean, mengatakan, sertifikasi Barista saat ini sangat diperlukan sebagai pengakuan profesi dari negara dan beberapa aspek yang nantinya sangat menguntungkan Barista.
"Sertifikasi tentunya sangat diperlukan sebagai bentuk pengakuan profesi dari negara, untuk mengukur sejauh mana kompeten dan tidaknya seseorang sebagai barista.
Tentunya ini membantu karir mereka, bagaimana merencanakan karir lebih matang, apalagi sebentar lagi kita memasuki MEA," jelas dia, Senin (30/11/2015).
Menurut Edy, skema sertifikasi Barista perlu digaungkan karena tidak banyak yang tahu bahwa sertifikasi itu perlu.
Tidak tertutup juga untuk sertifikasi pada skema lainnya yang dikategorikan SLPKI.
"Ada beberapa skema yang diujikan, di antaranya skema uji kompetisi barista, waiter, pengolah kopi, penilai mutu kopi dan pengembang biak luwak,
tapi kali ini di Batam untuk pertama kalinya sertifikasi barista, dan sudah dua tahun digaungkan," kata Edy.
Sertifikasi ini terlaksana atas dukungan Kementerian Pertanian dan Kementrian Pariwisata.
Edy juga menginformasikan bahwa tahun depan berdasarkan UU No 10 tahun 2009 bahwa sektor wisata wajib sertifikasi.
"Sekarang dalam masa tahap sosialisasi, Jakarta, Medan, Bali, jogja dan Makasar sudah melakukan sertifikasi, tahun depan sektor pariwisata termasuk skema barista, waiter itu wajib sertifikasi kalau tidak usahanya bisa diancam ditutup," tambah dia.
Untuk Barista asa 12 aspek kompetensi yang diuji atau sesuai dengan Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI).
"Yang paling dinilai itu adalah pengetahuan, keterampilan dan sikap kerja Anda, sekarang tidak perlu Anda berasal dari mana dan lulusan apa, apakah Anda sudah tersertifikasi?" kata Edy.
Ke depannya bagi barista yang ingin mendapatkan informasi tentang sertifikasi, Hotel Kaliban saat ini ditunjuk sebagai mitra dan menfasilitasi kegiatan sertifikasi di Batam.
"Kaliban Hotel akan men-support rekan di Batam barista, sumber informasi tentang kompetisi ini bisa langsung di dapat dari sini, ke depan selain sertifikasi akan diadakan pula workshop seputar sertifikasi agar lebih bisa disosialisasikan," kata Eko Riono, GM Kaliban Hotel.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/peserta-sertifikasi_20151130_214341.jpg)