Sabtu, 11 April 2026

Tak Tahan Diancam dan Jadi Pelampiasan Birahi Selamat, Alasan JN Curhat ke Guru

Tidak tahan dengan perlakuan Selamat itu, JN akhirnya curhat ke gurunya dan menceritakan apa yang sudah ia alami

Editor: Mairi Nandarson
internet
Ilustrasi pencabulan 

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, BINTAN - Nasib JN (17 tahun) siswa sebuah SMA di Bintan yang menjadi pelampiasan birahi Selamat Waluyo (42) terungkap setelah korban curhat ke gurunya.

Beruntung, gurunya menyampaikan kepada orangtuanya dan membuat laporan ke polisi, sehingga kasus pencabulan dan pemerasan ini terungkap.

Seperti diceritakan JN, ia menjadi pelampias napsu seks Selamat Waluyo, dengan ancaman akan membeberkan informasi bahwa ia pernah berhubungan badan dengan pacarnya, Thio Ollifal (20 tahun).

Tidak hanya memperbudak nafus birahinya, Selamat Waluyo ternyata juga melakukan pemerasan terhadap siswa SMA ini, sehingga ia terpaksa melepas laptop dan handphonenya bahkan memberi uang.

Tidak tahan dengan perlakuan Selamat itu, JN akhirnya curhat ke gurunya dan menceritakan apa yang sudah ia alami.

Alasan JN curhat ke guru, karena takut menceritakan kepada orangtuanya, termasuk soal rahasia hubungan intimnya dengan sang pacar.

Guru JN, yang merasa kasihan dan tidak tega membiarkan itu terjadi, kemudian menceritakannya ke orangtua JN.

Kasat Reskrim Polres Bintan AKP Andri Kurniawan mengatakan, laporan itu sudah masuk ke Polsek Bintan Utara beberapa hari lalu.

Orang tua JN langsung melapor ke polisi.

"Memang yang melaporkan orangtuanya. Itu setelah guru sekolah JN menceritakan kepada orangtuan JN," kata Andri, Minggu (13/12/2015) siang.

"Setelah orangtuanya melapor, kita langsung menyelidiki kasus ini. Pelaku akhirnya bisa kita amankan," ujarnya.

Andri menambahkan, korban terpaksa menyerahkan barang-barang seperti laptop dan telepon genggam kepada pelaku lantaran takut jika rahasia hubungan intim dengan kekasihnya dibocorkan tersangka Selamat.

Sejauh ini polisi mengamankan dua orang yakno Selamat dan kekasih korban Thio, untuk diperiksa lebih lanjut.

Polisi akan memastikan peristiwa pencabulan yang dialami korban akan diproses. Korban juga akan menjalani pemeriksaan melalui proses visum.

"Saat ini kedua tersangka sudah diamankan untuk diproses lebih lanjut. Kedua tersangka merupakan warga Tanjunguban," katanya. (Koe)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved