Kaleidoskop Kepri 2015

Puluhan Pelajar SD dan SMP Keracunan Massal di Sekolah

Dinkes Anambas masih melakukan menyelidiki makanan yang menjadi penyebab para pelajar tersebut mengalami mual, muntah serta diare atau mencret.

Istimewa
ilustrasi keracunan makanan 

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, ANAMBAS - Puluhan pelajar SD 007 dan SMP 1 Satu Atap (Satap) Dusun Sedak, Desa Tarempa Timur, Kecamatan Siantan, terpaksa dilarikan ke Puskesmas Tarempa, Senin (23/2/2015). Mereka diduga mengalami keracunan.

Dinkes Anambas masih melakukan menyelidiki makanan yang menjadi penyebab para pelajar tersebut mengalami mual, muntah serta diare atau mencret.

Didugaan, sumber keracunan berasal dari mi goreng yang mereka santap di kantin sekolah pada saat istirahat siang.

Anita, seorang pelajar mengatakan, ia merasakan sakit pada bagian kepala serta mual usai menyantap mi goreng saat jam makan siang. Tidak hanya Anita, beberapa kawannya juga mengalami hal yang sama sehingga mereka kemudian dilarikan ke Puskesmas.

"Waktu jam makan siang di kantin sekolah. Yang makan juga banyak," ujar remaja kelas VII SMPN 1 Satap Sedak ini.

Dari informasi yang dihimpun, pelajar ini sempat jajan sebelum kegiatan belajar mengajar di kantin sekolah sekitar pukul 07:30 WIB. Baru sekitar pukul 11:00 mereka mulai mengeluhkan sakit perut dan kemudian muntah. Jumlah pelajar yang dirawat mencapai 23 orang. Mereka dibawa ke Puskesmas secara bergelombang.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Kepuluaan Anambas Said M Damrie yang langsung mendatangi Puskesmas begitu mendapat informasi mengatakan, swalnya lima pelajar yang datang ke Puskesmas Tarempa sekitar pukul 14:00 WIB. Setelah mendapat penanganan tim medis di Puskesmas, mereka pun selanjutnya diperbolehkan pulang.

"Awalnya lima orang sekitar jam dua siang. Setelah itu, belasan orang kemudian juga dibawa ke sini. Gejalanya juga sama, lebih kurang ada 12 orang. Kemudian masuk lagi sekitar enam orang. Total ada 23 tiga orang yang mendapat penanganan medis karena kasus yang sama," ungkapnya.

Pertolongan pertama berupa pemberian obat dan meningkatkan daya tahan tubuh sudah dilakukan. Sebagian di antara mereka juga diinfus karena tubuh mereka lemas akibat muntah terlalu banyak.

Tidak hanya itu, tim dari Dinkes juga sudah turun ke lapangan untuk mengambil sampel makanan yang diduga menjadi penyebab hal ini. Pihaknya juga sudah berkoordinasi dengan pihak Satpol PP untuk mengantisipasi bertambahnya jumlah pasien yang mengeluhkan kondisi serupa.

"Satu pelajar SD sampai diare. Untuk sampel sudah kita ambil, baik sampel muntah maupun sampel makanan mi tersebut. Besok rencananya dua sampel itu akan kami bawa ke Laboratorium Balai Teknik Kesehatan Lingkungan (BTKL) Batam. Dari hasil lab, baru diketahui sumbernya dari mana," ungkapnya.

Pelajar yang menderita mual tidak hanya di sekolah, tetapi sebagian siswa baru merasakan mual setelah di rumah. Aidi, orangtua murid, ketika ditemui di Puskesmas menceritakan, ia sempat bingung mendengar keluhan yang dialami oleh anaknya.

Ternyata tidak hanya anaknya, kawan-kawan di sekitarnya juga mengalami hal yang sama.

Sejumlah warga pun memutuskan untuk bergerak menuju Puskesmas Tarempa membawa anak-anak mereka yang mengalami mual dan muntah.

"Anak saya kelas 5 SD. Balik sekolah tadi sekitar pukul 11 siang, sempat muntah di rumah. Kami datang ke sini sekitar pukul 14:00 WIB, menggunakan kapal," ungkapnya.

Halaman
12
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved