Korban Petasan Bengkong Palapa Tewas karena Pendarahan Hebat di Perut dan Dada
Dokter Kesehatan Polda Kepri Kompol Faisal mengatakan, saat diperiksa ada bekas benturan seperti kayu balok di bagian dada Korban.
BATAM.TRIBUNNEWS.COM, BATAM - Dari hasil Visum yang dilakukan pihak Rumah Sakit, Gilang Azmawi (22) korban tewas karena petasan pada malam tahun baru di Bengkong Palapa I, Batam, disebabkan karena pendarahan hebat di bagian perut dan dada.
Dokter Kesehatan Polda Kepri Kompol Faisal mengatakan, saat diperiksa ada bekas benturan seperti kayu balok di bagian dada Korban.
Itu yang mengakibatkan pendarahan hebat didalam tubuh korban.
"Pendarahan itu dikarenakan hentakan udara yang disebabkan oleh benda tumpul," sebut Faisal, Senin (4/1/2016).
Lebih lanjut dikatakanya, di dalam perut manusia itu sifatnya bergoyang alias tidak tenang, apalagi terkena benturan keras pada bagian dada.
"Rongga dada dan perutnya sudah penuh darah. Hatinya juga sudah pecah,"tambahnya.
Sementara kondisi enam korban lainnya yang luka-kuka, mulai membaik.
Keenam korban luka adalah Jordan Safrian (20), Ahmad Rosadi (18), Imam Tantowi (24), Dede Suyarna (32) Aditya Nanda (21), dan Mora Setia Simbolon (23).
Mereka mengalami luka bakar akibat ledakan petasan maut tersebut.
Informasi yang dihimpun Tribun Batam, ledakan di Bengkong Palapa I pada malam tahun baru menewaskan satu orang, juga membuat enam orang lainnya luka-luka.
Satu orang diantaranya alami luka cukup serius.
Beberapa saat pasca ledakan, tim Gegana Polda Kepri langsung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan melalukan penyisiran di sekitar lokasi. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/korban-petasan-saat-mendapatkan-perawatan-secara-intensif-di-rumah-sakit_20150622_142425.jpg)