Dinkes Anambas Klaim Tak Ada Warganya yang Terjangkit Demam Berdarah

"‎Sampai saat ini Alhamdulillah belum ada ditemukan. Baik itu demam berdarah, maupun malaria.Sistem laporan terkait layanan kesehatan kami update 24."

Sriwijaya Post/Syahrul Hidayat
Ilustrasi fogging 

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, ANAMBAS-  Penyakit demam berdarah yang belakangan banyak diderita oleh masyarakat termasuk di Kepri, menjadi perhatian Dinas Kesehatan Kabupaten Kepulauan Anambas.

Kepala Bidang Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2PL) Dinkes Anambas Islam Malik mengklaim, sejauh ini belum ada warga Anambas yang terjangkit penyakit yang disebabkan oleh nyamuk Aedes Aegypti itu.

"‎Sampai saat ini Alhamdulillah belum ada ditemukan. Baik itu demam berdarah, maupun malaria. Sistem laporan terkait layanan kesehatan kami update 24 jam baik itu dari Rumah Sakit maupun Puskesmas," ujarnya, Selasa (5/1/2016).

Meski belum mendapat laporan diawal tahun 2016 ini, namun lima orang sebelumnya sempat terjangkit penyakit ini pada tahun 2014.

Tiga diantara penderita tersebut merupakan warga Palmatak, serta sisanya masing-masing satu orang merupakan warga Tarempa dan Jemaja.

Ia menambahkan, penyakit Demam berdarah ini masuk dalam Kejadian Luar Biasa (KLB) apabila ditemukan satu orang. Langkah antisipasi berupa fogging, menurutnya langsung dilakukan apabila terdapat pasien yang terjangkit itu.

"Harus segera diambil tindakan kalau satu saja ditemukan. Salahsatunya fogging. Karena, yang orang yang sudah terkena gigitan nyamuk itu sudah terinfeksi. Biasanya, untuk fogging dilakukan dengan radius antara 100-200 meter. Kalau di Palmatak, radiusnya lebih diperluas biasanya," terangnya.

‎Meski bukan termasuk daerah endemis, namun pola penyebaran gigitan nyamuk ke orang yang telah terinfeksi menurut Ismail perlu diwaspadai.

Faktor lain yang perlu diperhatikan yakni letak geografis yang berdekatan sehingga menjadi akses keluar masuk dengan daerah endemis.

"Artinya, bibitnya bisa saja dari sana. Saat orang yang sudah terinfeksi tersebut sudah menimbulkan gejala seperti demam, dia berada di Anambas, sehingga tertular. (*)

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved