573 Warga Batam Terkena DBD dan 4 Diantaranya Meninggal Dunia

Dari 573 total kasus DBD di Batam, didominasi anak-anak di bawah umur 12 tahun dan 4 orang diantaranya dinyatakan meninggal dunia.

tribunnews batam/leo
Kepala Bidang Pencegahan Pemberantasan dan Penyahatan Lingkungan (P2PL) Drg Sri Rupiatip 

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, BATAM - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Batam mencatat, sepanjang tahun 2015 kasus demam berdarah dingue (DBD) di kota industri ini sebanyak 573 kasus.

Dari total kasus ini didominasi anak-anak di bawah umur 12 tahun dan 4 orang diantaranya dinyatakan meninggal dunia.

"Memang angka DBD tahun 2015 terbilang tinggi meski pun grafik kasusnya tak menetap tiap tahun naik-turun,"ujar Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Batam melalui Kepala Bidang Pencegahan Pemberantasan dan Penyahatan Lingkungan (P2PL) Drg Sri Rupiatip, Selasa (12/1/2015) pagi di kantornya di Sekupang.

Pada 2014 lalu, kasus DBD lebih tinggi yakni 1000-an kasus.

Lanjut Sri, kebanyakan kasus DBD ini datang dari daerah Kecamatan Batam Kota.

Sri kembali mengingatkan warga agar mendukung pemerintah dalam menekan angka DBD.

Diharapkan kerjasama dalam menjaga kebersihan dan keasrian lingkungan hidup atau pekarangan sekitar rumah.

Menurut pengatahuan Sri, pemicu DBD utama adalah tidak bersihnya lingkungan hidup yang ada.

"Kadang warga kita lupa atau terlena lagi program 3M (menguras, menutup dan mengubur) dan ini masih tetap menjadi andalan dalam membunuh jentik nyamuk, dan meminimalisir terjadinya penyakit yang disebabkan oleh nyamuk,"terang Sri.

Selain itu, pihak Dinas Kesehatan meminta peran serta Lurah di masing-masing wilayah agar DBD dapat ditekan.

Sesuai arahan Kemenkes RI, tingkat Lurah dianjurkan untuk membuat struktur organisasi yang menangani pemberantasan DBD.

Ia mencontohkan Kelapa Gading dan Duren Sawit Jakarta.

Di sana, setiap Lurah sudah dibentuk bagan struktur organisasi yang namanya Pokja dengan tingkatan antara lain Pengarah, Ketua, Sekretaris, Wakil Ketua Bidang Program, Wakil Ketua Bidang Teknis, dan anggota-anggota.

"Jadi mereka-mereka inilah yang turun ke masyarakat. Kami juga dari Dinkes nanti tetap saling koordinasi. Garis komando tetap Dinkes. Dan ini dibutuhkan kerja sama yang baik dan berkesinambungan untuk memberantas ampuh DBD," pungkasnya. (*)

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved