Kamis, 9 April 2026

Kunci Pencegahan Terkena Aliran Radikal, Pengawasan Orangtua dan Keluarga

Yudi Kurnain, satu di antara Anggota DPRD Kota Batam mengaku masih belum memahami apa sebenarnya tujuan utama organisasi itu

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, BATAM - Terkait adanya aliran radikal dan menyesatkan serta jauh dari nilai-nilai religius, mendapat sorotan dari Anggota DPRD Kota Batam.

Yudi Kurnain, satu di antara Anggota DPRD Kota Batam mengaku masih belum memahami apa sebenarnya tujuan utama organisasi itu.

Namun dari pengamatannya di sejumlah media, aliran tersebut memang dikaitkan dengan indikasi yang mengarah ke arah yang salah.

"Saya belum persis tahu apa maksud dan tujuan itu aliran tersebut. Tapi saya hanya ikuti di beberapa media. Artinya begini, kalau pemerintah sudah menilai salah dari Mejelis Ulama Indonesia (MUI) menilai salah, ya kami dari Dewan mendorong agar aliran (Gafatar) itu dihentikan," kata Yudi, Sabtu (16/1/2016) sore.

Tak hanya itu, Yudi polisi Partai PAN ini yang memiliki gaya khas nyentrik mengharapkan orangtua khususnya yang memiliki anak remaja agar menjaga selalu dan mengawasi.

"Hal yang paling utama dalam memberantas segala tindakan radikalisme apapun adalah orangtua atau keluarga," ucapnya.

Sementara itu, Kepala Seksi Bimbangan Islam, Haji Nabhan mengatakan, Gerakan Fajar Nusantara (Gafatar) merupakan organisasi yang memang telah lama dan tidak luput dari pantauan oleh penyuluh-penyuluh dari kementerian agama Kota Batam dua tahun belakangan ini.

"Organisasi ini memang telah lama kami pantau, namun waktu itu belum mencuat kepermukaan, karena tim kami masih mengumpulkan bukti-bukti yang cukup," terangnya pada Rabu (13/1/2016) lalu.

Tambah Haji Nabhan, organisasi Gafatar tersebut merupakan organisasi yang lebih kepada pendekatan antar agama, setelah itu mereka menanamkan pemahaman mereka kepada anggota yang telah bergabung.

"Sejauh yang saya pahami dari organisasi ini mereka tidak radikal tapi arahnya lebih kepada pluralisme keyakinan, menggabungkan berbagai macam agama kedalam satu keyakinan yang mereka pahami sendiri," beber Haji.(*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved