Kamis, 9 April 2026

Di Museum Bahari Bintan Ini Ada Koleksi Benda Kuno dan Miniatur Berbagai Kapal

Keunikan museum terletak pada desain arsitekturnya yang merupai kapal tradisonal Kajang

Editor: Mairi Nandarson
tribun/aminnudin
Sejumlah benda kuno yang ditemukan diperairan Bintan masuk dalam koleksi museum Bahari Bintan yang diresmikan, Kamis (21/1/2016). 

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, BINTAN – Bibir Luki Zaiman Prawira, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Bintan, tidak hentinya tersungging.

Sembari menyalami tamu dari luar daerah, Luki mengenalkan sudut-sudut ruangan di bangunan megah di komplek kerjanya, Desa Teluk Bakau, KM 36, Kecamatan Gunung Kijang, Kamis (21/1/2016).

Bangunan itu adalah Museum Bahari Bintan, yang pembukaan perdanya setelah dirombak ulang dilakukan Kamis (21/1/2016) oleh Penjabat Bupati Bintan, Doli Boniara.

Doli mengaku bangga, di eranya, dia masih sempat meresmikan museum yang diklaim sebagai museum terunik di Kepulauan Riau ini.

Keunikan museum terletak pada desain arsitekturnya yang merupai kapal tradisonal Kajang.

Awalnya, museum itu rencananya diresmikan pada akhir Desember 2015, namun tertunda, dan Kamis (21/1/2016) akhirnya bisa diresmikan.

Nuansa bahari sangat terasa begitu memasuki ruang pertama museum.

Pengunjung langsung disambut aneka koleksi miniatur kapal tradisonal masyarakat Bintan di masa lalu.
Sebagian kapal, masih ada dan dijadikan moda transportasi antar pulau.

Salah satu yang menarik perhatian, replika kapal menyerupai armada laksamana Cheng Ho, di bagian paling sudut museum Bahari Bintan.

Tak hanya miniatur kapal, museum juga menampilkan bentuk rumah di kawasan pesisir hingga alat tangkap ikan tradisonal.

Ada juga sejumlah barang kuno yang terpendam di dasar lautan Bintan.

Beberapa koleksi diantaranya, piring, gelas, teko, dan kendi yang diklaim peninggalan dinasti Ming, Han dan dinasti lainnya era Kekaisaran Tiongkok.

Sebagian benda sudah tak utuh akibat terpendam beratus ratus tahun di dasar laut.

“Ini menandakan, perairan Bintan sejak dulu sudah menjadi jalur perdagangan antar negara. Benda benda peninggalan kekaisaran Tiongkok tersebut merupakan komoditas penting yang banyak diperdagangkan di masa silam,”tuturya.

Demi kelengkapan koleksi museum, Pihaknya membuka lebar bagi warga yang masih menyimpan benda cagar budaya untuk di simpan di museum Bahari.

“Kami akan senang ada masyarakat yang mau menitipkan barang bersejarah tersebut di museum, ada kompensasinya dari pemerintah bagi yang berkeinginan menitipkannya di museum,”kata dia.(*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved