Tiga Warga Anambas Terserang DBD, Satu Diantaranya Terpaksa Dibawa ke Jakarta

Tiga warga Anambas sempat mendapatkan perawatan di Puskesmas Tarempa setelah dinyatakan positif terserang penyakit demam berdarah.

Sriwijaya Post/Syahrul Hidayat
Ilustrasi fogging untuk mencegah demam berdarah. 

‎BATAM.TRIBUNNEWS.COM, ANAMBAS- Tiga warga Anambas sempat mendapatkan perawatan di Puskesmas Tarempa setelah dinyatakan positif terserang penyakit demam berdarah.

Bahkan satu orang pasien dirujuk ke rumah sakit yang ada di Jakarta untuk mendapatkan pengobatan.

"Ada tiga orang‎ sebelumnya sempat mendapat perawatan di Puskesmas Tarempa. Dua orang pasien saat ini sudah pulang setelah dua hari mendapatkan perawatan, sementara satu lagi dibawa ke Jakarta untuk mendapatkan pengobatan,"ujar Kepala Bidang Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2PL) Dinas Kesehatan Anambas Islam Malik, Rabu (3/2/2016).

Tiga orang warga yang terkena demam berdarah itu pun, ‎merupakan warga yang bertempat tinggal di Tarempa.

Dua dari tiga orang yang terjangkit ini diketahui baru saja pulang ke Tarempa setelah bepergian dari luar daerah.

Usia warga tersebut 10,12, dan 35 tahun.

"Yang korban berusia muda diketahui mereka masih bertetangga. Setelah dicek di Puskesmas Tarempa, ternyata mereka sudah positif terkena DBD," ungkapnya.

‎Penyebaran penyakit Demam berdarah ini pun, diakui Islam Malik bukan pertama kalinya terjadi.

Kejadian serupa pernah terjadi pada tahun 2014 lalu.

Saat itu, sebanyak lima orang warga yang tersebar pada tiga pulau besar di Anambas positif terjangkit penyakit ini.

‎Tiga diantaranya merupakan warga Palmatak, serta dua lainnya masing-masing bertempat tinggal di Tarempa serta Jemaja.

"‎Ini yang terus kami antisipasi, termasuk mensosialisasikan serta penyuluhan kepada masyarakat, agar terhindar dari penyakit Demam berdarah ini," terangnya.

‎Meski bukan termasuk daerah endemis, namun pola penyebaran gigitan nyamuk ke orang yang telah terinfeksi menurut Ismail perlu diwaspadai.

Faktor lain yang perlu diperhatikan yakni letak geografis yang berdekatan sehingga menjadi akses keluar masuk dengan daerah endemis.(*)

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved