Satu Hari 17 Pasien Masuk RSUD Karena Demam Berdarah Dengue di Batam
Jumlah penderita Deman Berdarah Dengue (DBD) di Batam meningkat signifikan pada dua bulan terakhir.
BATAM.TRIBUNNEWS.COM, BATAM - Jumlah penderita Deman Berdarah Dengue (DBD) di Batam meningkat signifikan pada dua bulan terakhir.
Dari data yang tercatat hanya berdasarkan data pasien yang sempat dirawat di rumah sakit-rumah sakit. Jumlah sesungguhnya diperkirakan jauh lebih banyak karena tak semua penderita menjalani perawatan medis.
Di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Embung Fatimah Batuaji Batam, pada Rabu (3/2) jumlah pasien cukup membludak. Jumlah pasien yang masuk sejak pagi hingga siang hari terdapat 17 pasien.
"Hari ini jumlah pasien DBD yang masuk ke RSUD Embung Fatimah sebanyak 17 orang. Namun dua orang diantara masih gejala, dan diperbolehkan pulang," kata Humas RSUD Embung Fatimah, Nuraini, kepada Tribun di kantornya.
DBD bisa menyerang siapa saja. Orangtua, muda, apalagi anak-anak bisa terjangkit penyakit tersebut. Penyakit DBD juga tidak mengenal tempat, bisa terjadi dimana saja.
Semenjak tahun 2016 yang baru memasuki bulan kedua ini jumlahnya meningkat tajam. Pasien banyak datang dari daerah Sagulung dan Tanjung Piayu. "Untuk daerah Sagulung paling banyak pasien pendrita DBD yang ditangani RSUD," jelasnya.
Diceritakan Nuraini, pihaknya pernah menagani pasien penderita DBD dalam satu komplek sampai 5 orang. Bahkan ada juga pasien yang mereka tangani kakak-beradik.
"Pernah juga kita tangani pasien DBD kakak-adik, jadi setelah kakaknya kena menyusul adiknya," katanya.
Pasien kakak-beradik tersebut yang pernah ditangai oleh RSUD tersebut terjadi pada bulan Januari lalu."Kalau bulan Februari ini belum ada pasien yang merupakan satu keluarga lebih dari satu orang," tutup Nuraini.
Dia menjelaskan, pada bulan Januari 2016 jumlah pasien lebih dari 60 orang." Untuk bulan Februari ini sudah lebih dari 20 orang. Tetapi hari ini yang paling banyak di mana sampai 17 orang," katanya.
Menurut dr Oscar, dokter spesialis anak yang menangani penderita DBD di RSUD, penyakit DBD merupakan penyakit musiman dan juga penyakit menular. "Penyakit ini juga tergolong penyakit berbahaya karena bisa membuat penderita meninggal dunia," katanya.
Dilanjutkan dr Oscar penularan penyakit DBD sangat mudah karena melalui perantara gigitan nyamuk Aedes Aegypti. "Kita tidak tahu nyamuk Aedes Aegypti yang mana yang sudah mengigit penderita," katanya.
Dia juga mengatakan penyakit DBD pada umumnya lebih mudah menyerang anak anak di bawah umur. Sebab daya tahan tubuh anak anak lebih rentan diserang dibanding orang dewasa.