Satu Hari 17 Pasien Masuk RSUD Karena Demam Berdarah Dengue di Batam
Jumlah penderita Deman Berdarah Dengue (DBD) di Batam meningkat signifikan pada dua bulan terakhir.
Sementara cara menghidari agar tidak terserang penyakit tersebut dr Oscar mengatakan tidak ada caranya secara spesifik, kecuali meminimalisir berkembangnya nyamuk ataupun menghidari gigitan nyamuk di mana pun.
"Kalau menghindarinya tidak bisa karena nyamuk Aedes Aegypti bisa terbang ke mana saja, bisa di luar rumah maupun di dalam rumah," tegasnya.
Dia hanya mengingatkan masyarakat harus selalu waspada dan melakukan gerakan 4 M (Menguras, Menutup, Meninbun dan Memantau) sampah dan benda-benda yang berpotensi menjadi sarang berkembangnya nyamuk.
"Ini jalan satu satunya untuk menghindari penyakit DBD tersebut," katanya.
Orangtua bingung
Tribun sempat mendatangi ke tempat perawatan para pasien di rumah sakit tersebut. Belasan pasien, yang umumnya anak-anak tampak lemah terbaring di ranjang perawatan. Mereka umumnya didampingi orangtua atau saudaranya.
MC Purba, orangtua dari Yohannes Purba (11), misalnya menuturkan anaknya sudah dua hari dirawat di rumah sakit tersebut. Ia mengaku tak tahu bagaimana awalnya, namun saat itu anaknya tiba-tiba mengalami demam tinggi. "kami disini sudah dua hari, tidak tahu kenapa anak saya terserang DBD," katanya.
Dia juga mengatakan, tempat tinggal mereka di Taman Lestari, wilayahnya tidak terlalu kotor. Bahkan upaya bersih-bersih kerap dilakukan. "Tempat tinggal kami bersih kok, tetapi tidak tahu ko bisa kena DBD juga," kata MC Purba.
Pasien lainnya, Blasius Situmorang (9), hanya terlihat lemas di kamar perawatan. Dia terlihat gelisah dengan selang infus yang menempel di tangannya. Ia harus menjalani perawatan karena panas tinggi.
Kasus demam berdarah di Batam sendiri cukup tinggi dari tahun ke tahun. Apalagi di wilayah pantai-pantai. Tahun ini dari data yang ada, sudah ada satu pasien meninggal dunia, warga Kapling Sagulung Baru. Maraknya DBD biasanya bersamaan dengan datangnya musim penghujan atau musim pancaroba.
Pada bulan Desember 2015 yang lalu pasien DBD yang dirawat di RSUD Embung Fatimah ada sebanyak 36 orang. Secara keseluruhan, pada tahun 2015 terdapat 573 kasus, dan empat pasien di antaranya meninggal dunia.
Saat ini wabah DBD juga cukup meningkat di daerah-daerah lain di Kepri. Peningkatan terasa di Tanjungpinang, Karimun, Bintan, hingga Anambas.
Sementara itu, Dr Oscar, dokter spesialis anak di RSUD Batuaji menyarankan, agar semua masyarakat Batam agar segera membawa keluarganya ke rumah sakit dan melakukan cek darah jika mengalami panas tinggi lebih dari dua hari.
"Kalau seorang anak mengalami panas dua hari, langsung aja dibawa ke rumah sakit dan tes darah, karena DBD tersebut kelihatan setelah mengalami panas di atas dua hari," katanya.