Rabu, 15 April 2026

Nelayan Batam Mengeluh Hasil Tangkapan Ikan Dingkis Minim Padahal Harganya Rp 100 Dolar Per Kg

Nelayan di Batam mengeluhkan minimnya hasil tangkapan ikan dingkis jelang Imlek 2016 ini.

beritadaerah.co.id
Ikan dingkis 

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, BATAM- Nelayan di Batam mengeluhkan minimnya hasil tangkapan ikan dingkis jelang Imlek 2016 ini.

Padahal setiap menjelang pergangtian tahun baru Imlek, ikan dingkis yang menjadi makanan favorit warga Tionghoa ini harganya selalu tinggi, bahkan dijual dengan mata uang dolar Singapura.

"Kalau untuk tahun ini ikan dingkis ada, namun jumlah tangkapan dan yang masuk ke kerambah dan kelong sangat minim. Para nelayan masih terus mencari dan di masukkan ke dalam kelong sambil menunggu ikan dingkis yang dianggap bisa membawa rezeki dan keberuntungan itu bertelur,"kata Zulfikal nelayan Pulau Akar, Barelang, Jumat (5/2/2016).

Zulfikal mengatakan sudah tiga tahun nelayan tidak panen ikan dingkis akibat dampak dari banyaknya industri galangan kapal dan aktivitas reklamasi pantai.

Namun untuk tahun 2016, ikan dingkis masih bisa dicari namun jumlahnya masih minim.

Harga jualnya pun saat ini cukup lumayan tinggi mencapai Rp 200 ribu per kilogram.

"Harga ikan dingiksi bisa mencapai Rp 400 ribu, jika ikan tersebut betelur sehari pergantian tahun baru Imlek. Ya kita berharap ikan dengkis itu bertelur semuanya," kata Zulfikar.

Hal senada juga disampaikan Sidek, nelayan lainnya.

Dia mengaku ikan yang dipercayai membawa berkah dan rezeki bagi warga Tionghoa ini pun dijual dengan harga dolar Singapura sehari menjelang Imlek.

Bahkan harganya S$100 (seratus dolar Singapura) per satu kilogram.

Ikan dengan nama latin Siganus Canaliculatus ini hanya bertelur setahun sekali di tahun baru China.

Ikan ini pun membawa keuntungan tersendiri bagi nelayan, jika benar-benar bertelur saat tahun baru Imlek.

Meski jumlah ikan dingkis masih minim, Sidek mengaku mendapat pesanan dari beberapa agen ikan. Baik yang ada di Batam dan agen ikan yang selalu menjual ke Singapura.

Harga ikan dingkis pun dijual dengan menggunakan mata uang rupiah dan dolar Singapura.

Bahkan ikan yang bewarna abu-abu keputihan dan hitam ini langsung dibawa ke Singapura oleh agen ikan.

"Kami jualnya dengan agen ikan. Biasanya sehari menjelang tahun barru Imlek mencapai S$100 (seratus dollar Singapura)," katanya. (*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved