Oknum Polisi Mutilasi Dua Anaknya
Ini Hasil Pemeriksaan Polisi yang Mutilasi Anak. Ternyata Ia Ingin Bakar Diri dengan Jasad Anaknya
emudian waktu olah TKP juga ditemukan secarik kertas yang ditulis Petrus dengan tulisan "terjadilah padaku menurut perkataanmu"
BATAM.TRIBUNNEWS.COM, PONTIANAK - Kasus pembunuhan disertai mutilasi terhadap kedua anak kandungnya oleh Brigadir Petrus Bakus (27), anggota Intelkam Polres Melawi, menunjukkan titik terang.
Dari hasil penyidikan yang dilakukan tim penyidik diketahui, Selasa (23/2/2016) Petrus ternyata menyuruh orang lain membeli dua jenis alat tebas yakni sebilah parang dan arit.
Menurut Kapolda Kalbar Brigjen Pol Arief Sulistyanto dalam konfrensi pers di Mapolda Kalbar, Senin (29/2/2016), istrinya, Windri Hairin Yanti (24) memergoki suaminya sempat mengasah parang itu.
Ketika ditanya untuk apa, dijawab untuk bersihkan rumput di belakang rumah.
Arief mengatakan, dari hasil penyidikan, pemeriksaan di TKP ditemukan bahwa di belakang rumah ada tumpukan kayu.
Kemudian waktu olah TKP juga ditemukan secarik kertas yang ditulis Petrus dengan tulisan "terjadilah padaku menurut perkataanmu".
"Saya belum tahu ini dikutip dari mana. Apa dari kitab suci. Ini ditemukan di meja belakang rumahnya," jelas Kapolda.
Hasil interogasi terakhir, menurut Kapolda, kayu yang ditemukan itu rencananya untuk membakar jenazah Petrus sekeluarga.
"Setelah berhasil membunuh istrinya, yang bersangkutan juga akan bunuh diri dan sama-sama dengan jenazah kedua anak dan istrinya akan dibakar di kayu yang sudah disiapkan ini. Beruntung istrinya sempat larikan diri, menyelamatkan diri," imbuh Arief.
Terpisah, Asien, pemilik toko yang menjual parang tersebut membenarkan ini, bahwa kemarin dirinya dimintai keterangan oleh pihak kepolisian.
Ia membenarkan ada seorang pria yang ia lupa namanya, pada Selasa (23/2) siang datang ke tokonya membeli dua alat pertanian, parang dan arit.
Ia pun sempat kaget orang yang membeli parang dan arit tersebut datang kembali ke tokonya pada Minggu (27/2) bersama beberapa anggota kepolisian.
"Saya tanya, mau beli parang lagikah? Lalu dibilanglah bahwa parang yang dibelinya itu ternyata ada kaitan dengan kasus pembunuhan. Saya pun terkejut bukan main," ungkapnya saat ditemui Senin (29/2/2016).
Dikatakannya pembeli parang itu, datang bersama sejumlah anggota kepolisian datang menanyakan, beberapa pertanyaan.
Ia pun melihat yang beli parang tersebut juga syok, karena tak menduga parang yang dibelinya diduga digunakan untuk membunuh dan memutilasi.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/identitas-pelaku-mutilasi_20160301_134555.jpg)