Ide Bisnis
Begini Cara Pasarkan Perhiasan Sesuai dengan Pasarnya
Anda pernah berpikir mendesain sendiri perhiasan yang diinginkan, seperti cincin dan kalung, dan mewujudkannya?
Anda tidak bukan selebriti seperti Happy atau tak berlatarbelakang teknologi informasi seperti Park atau pemilik Bonofactum tapi masih ingin berbisnis perhiasan online?
Jalan saja terus, seperti pengalaman Wahyu Juliadinintyas. Ibu rumah tangga ini berbisnis perhiasan online dengan modal kulakan dan memasarkannya lewat Permatacantik.com.
Sebagai pelengkap berbusana, perhiasan dapat dibikin dari berbagai bahan, sebut saja plastik, karet sampai logam berharga seperti perak dan emas. Perbedaan bahan baku akan membedakan harga jual perhiasan dan, buntutnya, bakal menentukan pasar mana yang Anda tuju.
Ciri khas produk
Wahyu, misalnya, ketika awal memulai bisnis perhiasan online pada Agustus 2010, ia hanya menyediakan bros seharga Rp 20.000.
Dua bulan setelah berbisnis, Wahyu tahu peta penjual batu giok dan perak berhiaskan batu permata. Ia lantas berpikir untuk fokus di perhiasan yang lebih mahal. “Karena saya menjual secara online, mereka mengizinkan saya memotret produknya dulu, “ kata dia.
Selang empat bulan, omzet Wahyu naik hingga rata-rata Rp 40 juta per bulan. Ia memperoleh pasokan perhiasan dari lima agen.
Selain dari giok dan permata, Wahyu juga menyediakan perhiasan imitasi dari titanium. “Bahan ini mulai tren tahun 2012, diimpor dari China,” ujarnya.
Adapun Elli Germany, menurut Jawita, membidik pembeli dari Eropa. “Peluncuran pertama situs kami di Jerman tahun 2008,” kenang Jawita. Mereka memasarkan produk Elli Germany lewat marketplace seperti Amazon, Ebay, Zalando, dan Otto.
Agar bisa bersaing, pebisnis perhiasan online harus punya ciri khas tersendiri, seperti Park yang membiarkan konsumen mendesain sendiri perhiasan mereka. Seperti kita tahu di atas, Wahyu fokus pada beberapa jenis batu berharga.
Jawita mengatakan bahwa perhiasan Elli Germany menggunakan bahan perak 925. "Itu standar tertinggi perhiasan perak dan telah menjadi standar internasional," jelas Jawita. Perak 925 merupakan hasil pencampuran 92,5% perak murni dan 7,5% tembaga.
Itu sebabnya, kata Jawita lagi, mereka membedakan produknya, selain Elli Germany, ada Goldhimmel (untuk perhiasan dari emas), Diamore (untuk perhiasan berbatu permata), dan Perlu.
Adapun Happy memberikan ciri khas produk berdasarkan eksklusivitas desain dengan hanya memproduksi satu buah perhiasan untuk setiap desain.
Desain eksklusif inilah yang dijual dengan harga lebih tinggi yakni antara Rp 6 juta hingga Rp 19 juta. Sedang perhiasan dengan desain biasa dari Tulola dipasarkan mulai dari harga Rp 500.000. (kontan/Hendrika Yunapritta, Sri Sayekti)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/bella-sophie_20160303_110910.jpg)