Selasa, 7 April 2026

Hari Ini PT UEM Serahkan Dana Kompensasi Tambang Pasir Timah ke Warga Karimun

Kepala Cabang PT EUM Karimun, Fitra Taufiq, Rabu (16/3/2016), mengatakan, dana kompensasi tersebut akan disalurkan hari ini.

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, KARIMUN - PT Eunindo Usaha Mandiri (EUM), perusahaan tambang pasir timah laut di Kabupaten Karimun, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) membantah tidak menyalurkan dana kompensasi warga nelayan tiga pulau di Karimun senilai Rp 60 juta.

Baca: Warga Karimun akan Segel Kapal Pasir Timah PT EUM jika Dana Kompensasi tak Segera Dibayarkan

Kepala Cabang PT EUM Karimun, Fitra Taufiq, Rabu (16/3/2016), mengatakan, dana kompensasi tersebut akan disalurkan hari ini.

Ia mengakui, penyalurannya memang telat dari jadwal yang telah disepakati.

"Apa yang saudara Tono (nelayan setempat yang juga pengurus pencairan dana kompensasi tersebut) katakan bahwa kami tidak menyalurkan dana kompensasi warga nelayan di tiga pulau itu tidak lah benar. Hari ini akan kami salurkan, ini cuma masalah telat dari jadwal saja, bukannya tidak disalurkan,"kata Fitrah.

Bahkan Fitra mengatakan besaran dana kompensasi tersebut tidak sebesar Rp 60 juta melainkan Rp 65 juta.

Mundurnya jadwal penyerahan dana kompensasi dijelaskan pria kelahiran Karimun itu sebenarnya sudah diketahui pengurus lainnya yakni Indrayana.

"Kami selama ini berurusan dengan saudara Indrayana bukan sama Tono. Saya tidak tahu apakah Tono punya sentimen sama saya atau tidak, yang jelas kami tidak pernah berurusan dengan dia tapi dengan Indrayana. Indrayana juga sudah tahu kenapa mundur dari jadwal,"tambahnya.

Sesuai jadwal, dana tersebut diserahkan per tiga bulan setiap tanggal sembilan.

Namun dikarenakan 9 Maret 2016 lalu adalah libur hari raya Nyepi, rencananya dipercepat 8 Maret.

Hanya saja dana baru masuk dari PT EUM pusat di Jakarta sekitar pukul 13.00 WIB, tanggal 8 Maret.

Fitra mengaku, dirinya telah menghubungi Indrayana minta diundur saja 10 Maret seraya menyiapkan segala sesuatunya seperti pemberitahuan kepada Kepala Desa.

"Tanggal 10 Maret saya mendadak ada tugas kerja ke Tanjungpinang beberapa hari. Kemudian saya lanjut ke Jakarta dan kemarin (Selasa, 15/3/2016, red) sore baru sampai di Karimun. Begitu ceritanya, jadi tidak ada niat saya sama sekali tidak menyalurkan," terang Fitra.

Fitra mengaku sejak PT EUM Karimun di bawah pimpinannya, semuanya baik-baik saja.

Bahkan bantuan-bantuan sosial berbentuk barang sering dikucurkan perusahaan kepada masyarakat Karimun.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved