Kadinsos Mengaku Sulit 'Basmi' Gepeng di Batam

setelah keluarga datang menjemput. Mereka kembali muncul dengan perlakukan yang sama (meminta-minta)

Tribun Batam/Argianto
Aksi pengemis di Simpang Empat Nagoya Batam, Kepulauan Riau (Kepri). 

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, BATAM - Maraknya gelandangan dan pengemis di beberapa sudut Kota Batam, diakui Kepala Dinas Sosial dan Pemakaman (Kadinsospem) Pemerintah Kota Batam Raja Kamarul Zaman sangat sulit untuk memberantas dengan tuntas.

"Kami sudah berkali-kali merazia. Awalnya mereka mengaku kepada kami tak lakukan hal serupa setelah kami amankan. Beberapa hari kemudian setelah keluarga datang menjemput. Mereka kembali muncul dengan perlakukan yang sama (meminta-minta)," kata Raja Kamarul Zaman saat ditemui Tribun Batam di ruang kerjanya Senin (21/3/2016) siang.

Bahkan untuk menangani para gepeng dan anak punk itu, pihaknya sudah mengundang para tokoh adat daerah asal mereka masing-masing.

"Dibicarakan tak juga mapan. Karena minggu berikutnya mereka muncul dengan perlakuan yang sama. Jadi bukan kami biar kan sebenarnya begitu saja," tambahnya.

"Ada juga yang kami pulangkan ke daerah asal, tapi tetap balik lagi ke Batam, ya catatan kami mereka ada sekitat 600 gepeng dan anak punk," tambah Kasi Pelayanan dan Rehabilitas Sosial Dinsospem Batam Martuala Tambunan.(*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved