EDAN. Biar Tidak Rewel, Ibu Pengeksploitasi Bayi Jadi Pengemis ini Diberi Obat Epilepsi
"Rewel, anak saya disuruh kasih itu supaya tenang," kata SM.
Lalu, tersangka mengaku, sangat berdosa dengan apa yang telah diperbuat. "Dosa banget bu," ucap SM.
Apalagi, kata Yohana kembali bertanya kenapa memberikan obat penenang.
Tersangka mengaku agar anak-anak tidak rewel saat dibawa mengemis.
"Rewel, anak saya disuruh kasih itu supaya tenang," kata SM.
Yohana lalu bertanya, "Anaknya rewel, jadi suruh kasih itu (Obat) biar gak rewel ?" tutur Yohana.
Menteri yang berasal dari Papua itu lalu menasehati tersangka.
Menurutnya, akibat ulah tersangka yang memisahkan mereka dengan orangtuanya.
"Sekarang, anaknya ada di sana saya lihat. Ibunya akhirnya harus pisah dengan anak ya. Ibu di sini, anaknya di sana. Sadar itu dosa ya? Sadar tidak bahwa itu kesalahan?" kata dia.
Sementara itu, penggunaan obat riklona clonazepam atau obat penenang kepada balita menurut Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta, Kusmedi, tidak dianjurkan.
Apalagi, jika obat tersebut, diberikan kepada balita setiap hari atau dengan dosis tinggi.
"Penggunaan pada balita tidak dianjurkan. Sangat membahayakan. Efeknya memang akan tidur tapi kalau over dosis bisa menyebabkan kematian," kata Kusmedi, ketika dihubungi Warta Kota, Minggu (27/3/2016).
Menurut Kusmedi, pasien bisa memerlukan clonazepan tersebut, dengan takaran yang berbeda-beda.
Dosis akan ditentukan dokter berdasarkan jenis kondisi yang ditangani, tingkat keparahan, kesehatan pasien, dan respons tubuh pasien terhadap obat.
"Untuk anak-anak, selain faktor tersebut, berat badan mereka perlu dipertimbangkan dalam menentukan dosis yang tepat," katanya.
Pada konsumsi awal, dianjurkan untuk pasien dewasa adalah 1 mg per hari.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/menteri-yohana-saat-berkunjung-ke-polres-jaksel-dan-berdialog-dengan-orangtua_20160328_082622.jpg)