Jumat, 29 Mei 2026

EDAN. Biar Tidak Rewel, Ibu Pengeksploitasi Bayi Jadi Pengemis ini Diberi Obat Epilepsi

"‎Rewel, anak saya disuruh kasih itu supaya tenang," kata SM.

Tayang:
Istimewa
Menteri Yohana Saat Berkunjung ke Polres Jaksel dan berdialog dengan orangtua yang mengeksploitasi anaknya jadi pengemis 

Dosis ini bisa ditingkatkan secara bertahap hingga 4 sampai 8 mg per hari berdasarkan respons tubuh pasien.

"Kalau dosis maksimalnya pada dewasa, 20 mg per hari. Kalau balita bisa kurang dari itu. Kalau berlebihan bisa mengakibatkan kematian," katanya.

Obat itu sendiri, berpotensi menyebabkan efek samping seperti obat-obatan lain.

Efek samping obat ini umumnya muncul pada awal pemakaian dan kemudian berkurang seiring proses adaptasi tubuh terhadap obat.

"Beberapa efek samping yang umum terjadi saat mengonsumsi antikonvulsan ini yaitu, mengantuk, pusing, ganggungan koordinasi tubuh, sulit konsentrasi, mudah lupa, bingung, dan khusus pada anak bisa menyebabkan peningkatan volume air liur," katanya.

Sementara, jenis obat antikonvulsan ini menurut Kusmedi, untuk menangani kejang-kejang akibat epilepsi.

Seperti diketahui, sebelumnya pihak kepolisian dari Polres Metro Jakarta Selatan, menangkap empat orang langsung ditetapkan tersangka oleh penyidik, yaitu SM (18), EH (17), I alias Mama Wiwit (35) dan NH (43).

Mereka diketahui melakukan praktik perdagangan dan eksploitasi anak yang dijadikan pengemis atau pengamen di sekitar Blok M.

Salah satu korbannya adalah bayi bernama Bon-bon yang masih berusia 6 bulan.

Ia kerap diberi obat riklona clonazepam agar tertidur selama dibawa untuk mengamen. (*/wartakota/Mohamad Yusuf)

Halaman 3/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved