Selasa, 14 April 2026

Dengan Interkoneksi, Aliran Air ke Pelanggan ATB di Wilayah Berbukit Akan Lebih Baik

“Kami tengah melakukan interkoneksi di sistem transmisi Duriangkang," katanya

Editor: Mairi Nandarson
istimewa
ATB tengah melakukan interkoneksi di sistem transmisi Duriangkang. Bila sebelumnya jalur ke Tanki Ozon, Batamindo dan Batu Aji disatukan, setelah intekoneksi jalur suplai air dari Instalasi Pengolahan Air (IPA) Duriangkang akan dilakukan secara terpisah. 

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, BATAM - Pelanggan PT Adhya Tirta Batam (ATB) di Sungai Panas, Bengkong, Tanjung Sengkuang, Batu Ampar dan sekitarnya akan mendapat layanan lebih baik dengan adanya interkoneksi di sistem transmisi Duriangkang.

Selaku operator air bersih di Pulau Batam, ATB kini tengah melakukan sejumlah pekerjaan untuk meningkatkan kontinuitas pelayanan bagi pelanggan.

“Kami tengah melakukan interkoneksi di sistem transmisi Duriangkang.

Bila sebelumnya jalur ke Tanki Ozon, Batamindo dan Batu Aji disatukan, setelah intekoneksi jalur suplai air dari Instalasi Pengolahan Air (IPA) Duriangkang akan dilakukan secara terpisah,” kata Corporate Communication Manager ATB, Enriqo Moreno dalam rilisnya yang disampaikan kepada Tribun, Selasa (29/3/2016).

Ia mengatakan, setelah dilakukan interkoneksi pada sistem transmisi Duriangkang, diharapkan suplai air kepada pelanggan yang selama ini belum maksimal, dapat lebih handal.

Kontinuitas pelayanan kepada pelanggan yang tinggal di wilayah dengan kontur yang lebih tinggi dan lebih jauh dari IPA Duriangkang juga bisa lebih baik.

“Daerah Bengkong dan Tanjung Sengkuang berbukit-bukit. Selain itu cukup jauh dari IPA Duriangkang.

Karena itu kami mencoba memisahkan antara suplai ke Tanki Ozon dengan suplai ke wilayah lain, sehingga suplai air yang dialirkan dari IPA Duriangkang lebih terfokus dan tidak terbagi-bagi,” ujarnya.

Bila sebelumnya suplai air ke Tanki Ozon hanya berkisar sekitar 250 liter/detik, ke depan setelah tahapan interkoneksi selesai dilakukan, suplai air yang dialirkan ke tanki yang memiliki kapaistas 12.000 m3 akan bertambah menjadi 800 liter/detik.

Diharapkan, dengan suplai air yang lebih banyak dan lebih fokus, suplai air kepada pelanggan perusahaan air minum terbaik di Indonesia itu diharapkan bisa lebih baik.

“Kami baru selesai melakukan interkoneksi tahap satu. Masih ada dua tahap lagi yang harus dilakukan.

Bila sesuai rencana, manfaat interkoneksi itu sudah dapat dinikmati pelanggan pada pertengahan tahun 2016.

Saat ini pekerjaan interkoneksi yang dilakukan sejak akhir Februari lalu belum bisa dirasakan karena pekerjaannya belum sepenuhnya selesai,” katanya. (*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved