Kasat Narkoba Bintan Bantah Anggotanya Menerima Suap
"Mungkin ada yang sakit hati karena keluarganya ditahan di sini, sehingga menghembuskan kabar yang tidak benar,"
BATAM.TRIBUNNEWS.COM, BINTAN - Kepala Satuan Narkoba (Satnarkoba) Polres Bintan AKP Buala Harefa gusar. Mengingat, di tengah upayanya untuk memburu para bandar Narkoba, muncul isu yang tidak sedap. Anah buahnya disebut-sebut menerima suap dari pelaku narkoba.
Buala pun langsung membantah keras isu tersebut.
"Saya pertegas, kabar bahwa anggota meminta uang terhadap pelaku tidak benar dan tak ada bukti. Saya sudah tanya anggota saya di lapangan, mereka mengatakan tak ada melakukan hal demikian," katanya saat ditemui Tribun Batam di Mapolres Bintan, Senin (25/4/2016).
Buala menduga, isu itu sengaja dihembuskan oleh seseorang yang merasa sakit hati.
"Mungkin ada yang sakit hati karena keluarganya ditahan di sini, sehingga menghembuskan kabar yang tidak benar," kata Buala.
Buala menceritakan kronologis penangkapan jaringan narkoba pada Sabtu (16/4) itu.
Awalnya, jajaran Sat Narkoba Polres Bintan menangkap dua orang pemilik Narkoba berinisial ABL dan RF di wilayah Bintan Centre, Batu 9.
Saat diperiksa, keduanya mengaku mendapatkan narkoba dari seorang bernama Bobi alias Jong yang beralamat di Batu 5 Tanjungpinang.
Jajarannya pun langsung melakukan gerak cepat, menangkap Bobi. Akhirnya, Bobi memang ditangkap di rumahnya dengan sejumlah barang bukti Narkoba.
"Saat penangkapan itu, ada tiga orang di dalam rumah tersebut. Satu di antaranya sedang main komputer. Kita langsung menangkap Bobi dan dia rekannya itu serta mengamankan dua paket sabu di lemari kamarnya," kata Harefa.
Ke tiga orang itu langsung digiring ke Polres Bintan untuk penyidikan lebih lanjut. Setelah diperiksa, ternyata dua rekan Bobi ini tidak terlibat sehingga langsung dilepaskan.
Nah, dari situlah kemudian berkembang isu bahwa anak buahnya menerima suap Rp 20 juta dari dua orang tersebut.
"Kalau mereka tidak terlibat, ya, harus dilepaskan. Kalau memang kita terima suap, kenapa tidak semua saja kita lepaskan? Kenapa cuma dua orang?" sengitnya.(*)