Sabtu, 25 April 2026

Saat di Udara, Penumpang AirAsia Sidney-Bali Mengamuk dan Ancam Loncat dari Pesawat

Rencana liburan Aaron Gerrad Dodden (25) ke Bali harus berakhir dengan pemeriksaan Otoritas Bandara Wilayah IV Bali dan Nusa Tenggara.

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, MANGUPURA - Rencana liburan Aaron Gerrad Dodden (25) ke Bali harus berakhir dengan pemeriksaan Otoritas Bandara Wilayah IV Bali dan Nusa Tenggara.

Lelaki berkewarganegaraan Australia ini mengamuk di dalam pesawat AirAsia Xtra saat tengah mengudara dari Sydney menuju Denpasar, Bali, Kamis (26/5/2016).

Bahkan Gerrad sempat mengancam hendak meloncat dari pesawat.

Kepala Otoritas Bandara Wilayah IV Bali dan Nusa Tenggara, Yusfandri Gona, Jumat (27/5/2016) mengatakan, Gerrad terbang bersama rekan-rekannya, dan di dalam pesawat membeli minuman beralkohol.

Usai membeli dua botol minuman jenis bir ini, Gerrard bertingkah dan berisik selama penerbangan di pesawat AirAsia XT 823.

"Bahkan dalam teguran pertama, kedua, dan ketiga dari kru pesawat, Gerrard justru mendekati pintu keluar dan mengancam hendak loncat," ujar Yusfandri.

Menurutnya, saat ini Gerrad masih menjalani pemeriksaan.

"Rencananya besok (hari ini) atau Senin (30/5/2016) dia akan menjalani tes urine, tes kesehatan dan juga tes psikologis dengan melibatkan dokter RSUP Sanglah dan KKP (Kantor Kesehatan Pelabuhan)," ujarnya.

Menurut Yusfrandri, pihaknya sudah menghubungi Perwakilan Konsulat Jenderal Australia di Denpasar untuk mengakomodir pemeriksaan kejiwaan Gerrad yang kedapatan berulah saat di dalam kabin pesawat dalam rute internasional tersebut.

Selain berulah, Gerrad juga diketahui berbicara kasar dengan suara keras.

Meski sempat ditenangkan awak kabin, namun ia tidak juga mereda bahkan terus berkata kasar kepada kru dan penumpang lainnya.

Sehingga awak kabin kemudian melaporkan kepada pilot untuk selanjutnya dilaporkan kepada petugas di darat.

Sesaat setelah mendarat di Bali, Kamis (26/5/2016) sore, dia kemudian digiring ke Polsek KP3 Bandara Ngurah Rai.

"Tindakan pelaku itu termasuk unrully passanger yang dapat mengganggu penerbangan," ucapnya.

Yusfrandri menjelaskan, Gerrad terbang bersama 10 temannya dari Sydney menuju Denpasar.

Sumber: Tribun Bali
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved