Kamis, 9 April 2026

MOTIVASI: Semangat Gadis Lumpuh Pelukis dari Bulelang Ini, Dijamin Buat Kamu 'Baper'

“Karena tulang tangan saya lebih lemah tidak kuat kalau untuk melukis tanpa ditopang,”

Istimewa
Kadek Windari (25) saat membuat sketsa lukisan di atas kanvas putih di rumahnya Desa Banjarasem, Kecamatan Seririt, Buleleng, Bali. 

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, SINGARAJA - Kadek Windari (25) membuat sketsa lukisan di atas kanvas putih di rumahnya Desa Banjarasem, Kecamatan Seririt, Buleleng, Bali, Selasa (7/6/2016).

Saat itu ia sedang membuat sketsa lukisan bertema Bali Life, yang menggambarkan kehidupan masyarakat Bali tempo dulu.

Keterbatasan kondisi fisik tidak menghalanginya untuk berkarya.

Tangan kirinya menopang tangannya yang tumbuh lebih kecil dari tubuhnya untuk mensketsa obyek yang akan dilukis.

“Karena tulang tangan saya lebih lemah tidak kuat kalau untuk melukis tanpa ditopang,” kata Windari.

Fisik Windari mulai tumbuh tidak normal setelah terjatuh saat dirinya berusia enam tahun.

Sejak saat itulah ia tidak lagi sanggup berjalan dan beraktivitas seperti biasanya karena kedua kaki dan tangannya yang lumpuh.

Gadis ini sejak saat itu pula lebih banyak menghabiskan waktunya di dalam rumah saja.

Nasib baik mulai menghampirinya sejak setahun lalu seorang pengusaha, Komang Santiawan yang memiliki hubungan baik dengan almarhum ayahnya, Ketut Punia memberikan bantuan alat lukis dan memotivasinya untuk mulai melukis.

“Waktu itu Pak Santiawan bilang kalau gambar saya bagus dan dia bantu belikan saya kanvas, mulai saat itu saya belajar melukis di atas kanvas,” ucapnya.

Karya lukisannya kemudian diunggah ke media sosial oleh kakaknya, Putu Agus Setiawan (29) yang juga menderita kelumpuhan fisik.

Mulai saat itu banyak masyarakat yang merespon baik karya lukisan Winda. Pesanan pun mulai berdatangan.

“Pemasarannya lewat website dan facebook. Banyak yang pesan dari Jakarta, Malang, Solo, Yogyakarta, Tangerang dan kalau dari Bali banyak dari Denpasar,” tambah Agus.

Agus selama ini berperan sebagai marketing yang mempromosikan dan menerima pesanan lukisan dari media sosial.

Pesanan tidak saja datang dari dalam negeri, tetapi juga dari luar negeri seperti Singapura, Malaysia, Australia, Thailand, republik Dominika sampai Amerika.

Sumber: Tribun Bali
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved