MOTIVASI: Semangat Gadis Lumpuh Pelukis dari Bulelang Ini, Dijamin Buat Kamu 'Baper'
“Karena tulang tangan saya lebih lemah tidak kuat kalau untuk melukis tanpa ditopang,”
Winda biasa melukis sesuai pesanan, seringkali orang memesan lukisannya tentang kehidupan masyarakat Bali.
Satu lukisan di atas kanvas berukuran 20x60 centimeter dihargainya senilai Rp 1,5 juta, sedangkan ukuran lebih besar 60x90 centimeter dijualnya seharga Rp 2,5 juta.
Dalam waktu sebulan Winda bisa mengerjakan dua pesanan lukisan besar atau tiga lukisan kecil dengan pendapatan rata-rata Rp 5 juta.
“Sekarang dari hasil melukis setahun lalu sudah bisa merenovasi rumah dan membelikan saya sepeda motor. Winda sekarang merupakan tulang punggung keluarga sejak ayahnya meninggal dua tahun lalu. Kalau saya lebih sibuk merawat ketiga anak saya ini,” kata ibunya, Ketut Warsiki (46).
Winda bercita-cita ingin menyekolahkan adiknya, Bunga Ayu Lestari (5) hingga ke tingkat pendidikan tinggi.
Gadis ini sehari-hari tinggal bersama ibunya, kakaknya Agus dan adiknya Bunga.
Sementara Agus yang juga menderita kelumpuhan yang hampir sama kini sedang dalam proses menerbitkan buku otobiografi keluarga.
Dahulu sebelum kelumpuhannya lebih parah, laki-laki ini juga piawai melukis, tetapi sejak tak lagi bisa melukis kini ia beralih menjadi penulis buku. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/kadek-windari-saat-membuat-sketsa-lukisan-di-atas-kanvas-putih_20160608_112154.jpg)