Sabtu, 11 April 2026

Meski Tak Punya Kedua Lengan. Sugeng Tetap Semangat Berjualan Tape Keliling dengan Motor

Sugeng yang tak memiliki kedua tangannya ini berjuang hidup dengan menjual tape keliling

Editor: Mairi Nandarson
KOMPAS.com/Mei Leandha
Sugeng, penjual tape keliling yang tak mau menyerah dengan kekurangannya 

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, MEDAN - Cuaca Kota Medan sedang terik-teriknya. Siapa pun kalau tidak ada keperluan penting pasti enggan keluar rumah. Apalagi hari ini Ramadan.

Tapi tidak dengan Sugeng (37), warga Ladang Bambu, Jalan Bunga Kardiol Nomor 60, Simpang Tuntungan, Kota Medan.

Dengan suara khasnya, dia menjajakan tape ubi dan pulut hitam (ketan hitam) bungkus daun pisang keliling perumahan.

Siang itu, pria ramah ini sedang mengelilingi kompleks Kejaksaan Medan.

Sugeng yang tak memiliki kedua tangannya ini berjuang hidup dengan menjual tape keliling.

Dia tak mau menyerah atau menyesali nasib sebagai orang dengan kebutuhan khusus. Dia bangkit. Sudah 12 tahun ia menjalani profesi sebagai penjual tape keliling.

"Daripada jadi pengemis yang menjual kecacatan dan mengharapkan belas kasihan orang, malu lah.

Orang kita masih bisa kerja, kok. Dulu, aku masih naik sepeda, delapan tahun juga itu. Sekarang sudah bisa naik kereta (sepeda motor).

Ini orang bengkel yang buatin gerobakku, stangnya dibuat khusus," kata Sugeng tertawa, Kamis (16/6/2016).

Harga tape yang dijualnya cukup murah, hanya Rp 1.000 per buah. Paling mahal tape ubi yang dibungkus plastik, Rp 2.000 per bungkus.

Tape buatan ibunya ini sangat manis, maka banyak yang menyukainya. Buktinya, kalau Sugeng, sudah datang ke kompleks itu, ibu-ibu pasti memborong habis dagangan laki-laki yang belum menikah ini.

"Manis tapenya, suka anak-anak. ditaruh di kulkas buat berbuka nanti pasti tambah enak.

Sudah langganan aku, tapi baru hari ini aku tahu namanya Sugeng, biasanya panggil bang atau tape aja," kata Boru Nasution.

Mendengar cerita ibu tiga anak ini, Sugeng tersenyum memamerkan deretan gigi-gigi putihnya yang rapi berbaris.

"Kalau udah datang dia, langsung kuborong tapenya. Buat stok di kulkas, karena tak tiap hari dia datang ke kompleks ini.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved