Jumat, 8 Mei 2026

RS Hasan Sadikin Libatkan 13 Dokter Spesialis untuk Tangan Bocah Obesitas dengan Berat 189 Kg

ni bukan pertama kali Arya ke RSHS. Arya pernah berobat ke poli gizi RSHS 11 Juni 2015 dan 18 Juni 2015

Tayang:
Editor: Mairi Nandarson
KOMPAS.com/Reni Susanti
Arya Permana (10) penderita severe obesity ditangani 13 dokter spesialis RSHS. Berat badan normal Arya kurang dari 50 kg, namun saat ini beratnya mencapai 189,5 kg. 

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, BANDUNG - Arya Permana (10) akhirnya ditangani tim dokter Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS).

Arya didiagnosis mengalami obesitas yang sangat berlebih.

Kepala tim dokter yang menangani Arya, dr Julistyo TB Djaisn SpA(K) mengatakan, Arya memiliki tinggi badan 147 cm. Dengan tinggi badan itu, berat badan ideal Arya di bawah 50 kg.

"Saat ini beratnya 189,5 kg. Pasien menderita severe obesity," ujar Julistyo seusai konferensi pers di RSHS, Senin (11/7/2016).

Sebanyak 13 dokter spesialis akan menangani tindakan untuk menurunkan berat badan Arya. Di antaranya dari spesialis gizi, anak, tumbuh kembang, kejiwaan, dan ortopedi.

Ini bukan pertama kali Arya ke RSHS. Arya pernah berobat ke poli gizi RSHS 11 Juni 2015 dan 18 Juni 2015.

Setelah menjalani seluruh pemeriksaan, pasien meminta pulang untuk mengurus BPJS dan baru kembali ke RSHS pada 2 Juli 2016.

Tahun lalu, beratnya 100 kg. Ketika dicek, asupannya berlebih. Jika normalnya 2.300 kalori per hari, kalori yang dikonsumsi Arya 6.500-6.800 per hari.

"Sebelum Lebaran, di sini (RSHS) dua hari. Dari awal masuk 189 kg, turun jadi 186 kg," kata Arya.

Karena Lebaran, pasien meminta pulang. Perawatan pun berhenti sementara. "Tadi ditimbang, berat badannya jadi 189,5 kg," ujarnya.

Julistyo menilai bahwa terjadi pola makan yang keliru pada pasien. Untungnya, sampai terakhir pasien dirawat, tidak ada penyakit komplikasi yang diakibatkan oleh obesitasnya.

"Dari hasil pemeriksaan lab dan fisik, tidak ada komplikasi penyakit yang diakibatkan kegemukannya," ucapnya.

Secara normal, tubuh akan memberikan sinyal kenyang ketika mendapat asupan makanan. Itulah yang akan diteliti tim dokter, selain pemberlakuan pola makan dan latihan fisik pada pasien.

"Kami mencari etiologi kelainan genetikanya juga," ucapnya.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved