Banyak Pasien tanpa BPJS dan Tanpa Uang Berobat ke RSUD Batam Bikin Utang RS Menggunung

Manajemen Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Embung Fatimah mengeluhkan beban anggaran rumah sakit.

Tribun Batam/Eko Setiawan
dokter tengah menangani Me saat diu RSUD Embung Fatimah 

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, BATAM- Manajemen Rumah Sakit Umum Daerah  Embung Fatimah (RSUD-EF) mengeluhkan beban anggaran rumah sakit.

Saat ini, RSUD kerap kelimpungan dan memiliki utang karena harus melayani warga yang sakit atau mengalami kecelakaan tanpa BPJS maupun KTP Batam.

Asisten II Ekonomi dan Pembangunan Pemko Batam, Gintoyono Batong yang berkoordinasi dengan RSUD mengatakan hal tersebut pun ikut mempengaruhi pelayanan rumah sakit terhadap publik.

Ia mengakui saat ini, RSUD Embung Fatimah merupakan satu-satunya rumah sakit yang melayani masyarakat dari kelas menengah hingga miskin.

"Kalau rumah sakit lain bisa saja lepas, kalau RSUD harus menerima, mau ada anggaran atau tidak ada anggaran. Ini jadi beban, karena kita butuh anggaran. Ini yang jadi keluhan rekan-rekan RSUD tadi," ujar Gintoyono usai rapat manajemen RSUD dengan wali kota Batam di lantai V, Selasa (18/7/2016).

Rencananya, RSUD akan segera mendata pasien-pasien yang tidak memiliki BPJS dan bukan merupakan warga Batam.

Wali Kota Batam, Rudi pun akan menyurati para kepala daerah para pasien tersebut untuk memberitahukan kondisi warganya yang terlantar di Batam.

"Ada beberapa masyarakat dari luar, bukan penduduk Batam, mengalami kecelakaan atau sakit di sini. Begitu ditagih nggak punya BPJS, dan nggak ada uang juga. RSUD kan bergerak ‎dengan pembiayaan juga. Nah ini yang tadi disepakati untuk didata kembali berapa banyak yang seperti itu. Kita akan rekap juga asalnya mereka darimana, dan kita surati kepala daerahnya," ucap dia.(*)

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved