Senin, 13 April 2026

Kapal TKI Karam di Perairan Malaysia

Basarnas Kepri Tunggu Perintah Bantu Cari TKI yang Tenggelam di Perairan Malaysia

Kepala Basarnas Kepri Abdul Hamid membenarkan adanya musibah kapal tenggelam yang berisikan WNI yang hendak pulang ke Batam dari Malaysia.

AFP/The Guardian
Ilustrasi kapal terbalik di laut. 

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, BATAM - Sejumlah Tenaga Kerja Indonesia (TKI) tewas di perairan Indonesia-Malaysia ketika hendak pulang melalui jalur tidak resmi dari Johor Baharu, Malaysia ke Batam, Indonesia.

Mereka tewas diduga karena kapal yang mereka tumpangi tenggelam di perairan Pantai Batu Layar sungai Renggit, Bandar Penawar, Kota Tinggi, Johor, Malaysia.

Informasi yang dihimpun Tribun Batam, diperkirakan jumlah penumpang di atas kapal sebanyak 60 orang.

Sejauh ini ada 44 WNI yang selamat, beberapa orang meninggal dunia dan sejumlah lainnya masih hilang.

Korban yang belum ditemukan masih dicari oleh TIM Sar Malaysia.

Sementara untuk korban yang selamat sudah diamankan pihak Imigrasi Johor Baru dan korban yang neninggal dunia berada di RS Kota Tinggi untuk di Visum.

Kepala Basarnas Kepulauan Riau (Kepri) Abdul Hamid membenarkan adanya musibah kapal tenggelam yang berisikan WNI yang hendak pulang ke Batam dari Malaysia.

Namun sejauh ini mereka masih menunggu perintah dari Basarnas Pusat apakah mereka diperbolehkan untuk membantu Tim SAR Malaysia.

"Memang benar ada kejadian itu. Kita tidak bisa turun untuk membantu mencari karena tempat itu masih masuk perairan Malaysia. Kecuali kita diminta untuk membantu mereka. Kita masih tunggu arahan dari pusatlah," sebut Abdul Hamid, senin (25/7/2016) siang.

Basarnas Kepri sendiri mengatahui informasi ini setelah tim Sar Malaysia yang ada di pusat.

"Walaupun kita sudah tahu, kita tunggu perintah atasan. Berbeda kalau dia sudah masuk perairan kita. Yang jelas kita siap jika dimintai bantuan untuk mencari korban," tukasnya. (*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved